Kenapa Saham ADRO Bisa Semurah Ini?
JAKARTA, investor.id - Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) kembali memerah pada perdagangan Selasa (16/9/2025). Di sekitar pukul 14.11 WIB, saham ADRO ada di posisi Rp 1.650 atau minus 1,79%.
Sudah sebanyak 90 juta saham Alamtri Resources Indonesia diperdagangkan, frekuensi 27.868 kali, dan nilai transaksi Rp 150,36 miliar.
Padahal saham berkode ADRO sempat naik tipis 0,60% pada Senin (15/9/2025) kemarin. Setelah sebelumnya pada perdagangan pekan lalu saham ini mayoritas ditutup memerah dengan hanya sekali stagnan. Dalam periode tahun berjalan, saham ADRO merosot sekitar 30%.
Alamtri Resources Indonesia (ADRO) – dahulu bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk – telah melepas bisnis tambang batu bara termalnya pada tahun lalu. Saat ini, ADRO fokus pada bisnis metalurgi, mineral, dan energi terbarukan.
Secara valuasi, saham ADRO lagi murah. Rasio price to book value (PBV) di kisaran 0,66 kali. Dan price earning ratio (PER) 3,90 kali (TTM). Itu berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas.
Sucor Sekuritas sempat mengulas pada Mei lalu bahwa valuasi ADRO jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan energi terbarukan lainnya seperti PGEO dan BREN. ADRO diperdagangkan dengan rasio P/E yang jauh lebih rendah (TTM: 3,81 vs. PGEO 22,80 dan BREN 437,19) dan rasio harga terhadap nilai buku (P/B) yang jauh lebih rendah (saat itu) (0,84 vs. PGEO 1,56 dan BREN 98,27).
Sucor Sekuritas menaksir kenapa saham ADRO bisa semurah itu. “Hal ini menunjukkan bahwa ADRO relatif undervalued meskipun beroperasi di sektor energi yang sama, kemungkinan mencerminkan warisannya yang berbasis batu bara dibandingkan dengan premi pasar untuk energi terbarukan,” sebut Sucor Sekuritas.
Kala itu, Sucor Sekuritas mengulangi rekomendasi beli kami pada ADRO dengan TP Rp 4.500 per saham yang menyiratkan PE 2025F 6,7x.
Sebagai informasi, ADRO juga tengah memasuki periode buyback saham sejak RUPS tanggal 2 Juni 2025 dan akan berakhir pada 3 Juni 2026.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





