Terungkap Penyebab IHSG Hari Ini Turun Tipis
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) turun tipis sebesar 3,21 poin (0,04%) ke 8.121,98 pada penutupan sesi I, Rabu (24/9/2025). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini melemah karena tertekan sikap The Fed, namun mendapatkan dukungan positif dari proyeksi OECD soal ekonomi Indonesia.
Pilarmas merekomendasikan saham HMSP untuk perdagangan sesi II.
Sebagai informasi, IHSG hari ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) intraday di level 8.169. Rekor tertinggi sepanjang masa intraday IHSG sebelumnya berada di level 8.125,2 yang tercatat kemarin. Level tersebut juga merupakan rekor tertinggi sepanjang masa penutupan.
Pilarmas menjelaskan, sentimen global tampaknya tertekan sikap The Fed yang cenderung berhati-hati dalam kebijakan moneter selanjutnya. “Dalam pidatonya dalam acara Kamar Dagang di Rhode Island, Ketua The Fed Jerome Powell mengambil sikap hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan lebih lanjut,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (24/9/2025).
Pilarmas menambahkan, Powell menekankan, jalur penurunan suku bunga masih belum jelas karena The Fed menghadapi tantangan untuk mengekang inflasi sekaligus mendukung pasar tenaga kerja yang melemah. Sehingga ini mendorong aksi jual.
Menurut Pilarmas, pasar memiliki pandangan bahwa sikap Powell tersebut memberikan indikasi akan ketidakpastian terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan di bulan berikutnya dan The Fed dalam menetapkan kebijakan berdasarkan data ekonomi terkini di setiap pertemunnya dengan mempertimbangkan tingginya risiko inflasi dan kondisi ketat pasar tenaga kerja.
Selanjutnya perhatian pasar tertuju sektor manufaktur Jepang berkontraksi pada laju tertajam dalam enam bulan terakhir pada bulan September, sementara pertumbuhan jasa melambat ke level terendah dalam tiga bulan.
“Perusahaan-perusahaan terus menunjukkan kehati-hatian terhadap prospek di tengah ketidakpastian domestik dan perubahan kebijakan perdagangan global,” jelas Pilarmas.
Proyeksi OECD
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





