IHSG Melesat, 5 Saham Ngamuk di Atas 21%
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, pada Kamis (30/10/2025) ditutup menanjak 17,84 poin (0,22%) ke level 8.184,06. Sejumlah saham terpantau menghijau, mulai dari saham DWGL hingga ASLI dengan lonjakan harga 21% sampai 25%.
Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 21,55 triliun. Sebanyak 361 saham naik, sedangkan 325 saham turun dan 269 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 35 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,264 juta kali.
Sejumlah sektor saham mengalami penguatan pada penutupan pasar hari ini, dengan penguatan terbesar pada saham sektor teknologi menguat 1,87%.
Diikuti, saham sektor energi mengalami penguatan sebesar 1,3%, sektor keuangan sebesar 1,14% dan sektor perindustrian sebesar 0,87%.
Selanjutnya, sektor kesehatan juga menguat sebesar 0,19%, dan sektor barang konsumen primer menguat 0,18%.
Sebaliknya, saham sektor transportasi melemah 0,88%, sektor properti melemah 0,55%, sektor barang konsumen non-primer juga melemah 0,48%, sektor barang baku 0,46% dan sektor infrastruktur sebesar 0,18%.
Pilarmas menjelaskan, sentimen dari eksternal, indeks saham Asia cenderung menguat di mana pelaku pasar fokus perhatian pada perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China yang sedang berlangsung di KTT APEC di Korea Selatan, yang mencakup pencabutan tarif, biaya, dan pembatasan ekspor tertentu.
“Kesepakatan potensial ini telah memicu optimisme atas meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China setelah berbulan-bulan ketegangan yang mengguncang pasar global,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis.
Selanjutnya, The Fed AS mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar -25bps sehingga Fed Rate turun dari sebelumnya 4% - 4.25% menjadi 3.75% - 4%.
Namun demikian Ketua The Fed Jerome Powell mengungkapkan tidak dapat memastikan potensi pemangkasan lanjutan di Desember masih jauh dari keputusan yang sudah pasti, dengan alasan perpecahan internal dan terbatasnya data federal akibat penutupan pemerintah.
Baca Juga:
IHSG Dihantam Luar DalamDari internal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kondisi fiskal Indonesia saat ini berada dalam posisi aman, dengan rasio utang dan defisit yang masih terkendali.
“Pasar berharap pemerintah dapat menjaga Kesehatan fiskal dan mempertimbangkan arah kebijakan dan pengawasan fiskal dalam menjaga keberlanjutan fiscal di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global,” jelasnya.
Cuan Melimpah
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






