Sabtu, 4 April 2026

Laba Bank Mandiri (BMRI) Capai Rp 44,1 Triliun, Manajemen Beri Penjelasan

Penulis : Prisma Ardianto
15 Des 2025 | 19:24 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bank Mandiri (BMRI). (Dok. Bank Mandiri)
Ilustrasi Bank Mandiri (BMRI). (Dok. Bank Mandiri)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencetak laba bersih secara bank only pada November 2025 senilai Rp 5,26 triliun atau naik 28,71% month on month (mom). Menjadikan laba bersih sepanjang Januari-November 2025 mencapai Rp 44,15 triliun atau -6,41% year on year (yoy).

Penurunan laba BMRI sebenarnya telah terjadi sejak awal paruh kedua tahun ini. Namun mulai teredam pada dua bulan terakhir sejak turun dalam -10,79% yoy pada September 2025.

Mengacu laporan keuangan Bank Mandiri per November 2025 pada Senin (15/12/2025), sinyal positif pemulihan kinerja perseroan didukung penguatan penyaluran kredit, pertumbuhan tinggi DPK, serta biaya kredit yang rendah. Tapi kinerja margin bunga masih jadi tantangan.

Penyaluran kredit BMRI mencapai Rp 1.451,62 triliun, tumbuh 3,41% mtm dan sebesar 13,10% yoy pada November 2025. Kinerja kredit tumbuh optimal dan bahkan berada di atas sasaran manajemen yang sebesar 8-10% di akhir tahun ini.

Advertisement

Meski begitu, pendapatan bunga hanya naik 9,46% yoy menjadi Rp 111,31 triliun. Sementara beban bunga tumbuh jauh lebih tinggi yaitu 21,65% yoy menjadi sebesar Rp 40,32 triliun. Sehingga pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dikantongi sebesar Rp 70,99 triliun, cuma tumbuh 3,56% yoy.

Kinerja bunga ini juga tercermin dari margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang sebesar 4,22% per November 2025, masih di bawah sasaran manajemen sebesar 4,8-5,0% di akhir tahun ini.

Di sisi operasional lainnya, pendapatan komisi/fee menyokong Rp 18,43 triliun dengan pertumbuhan optimal 15,26% yoy. Beban provisi atau pencadangan juga susut dalam yaitu -36,04% yoy menjadi Rp 4,58 triliun. Kedua pos ini mengambil peran lebih meredam penurunan laba bersih Bank Mandiri.

Penurunan pada pos pencadangan itu ikut terpotret kinerja biaya kredit (cost of credit/CoC) yang turun dalam dari 0,73% menjadi 0,37% per November 2025. Perseroan dalam keterangan resminya juga mengonfirmasi bahwa kualitas aset semakin baik, seperti dilaporkan bahwa kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga rendah di level 0,99% dan pencadangan yang memadai dengan NPL coverage 260%.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 15,86% yoy menjadi sebesar Rp 1.583,86 triliun. Dengan komposisi giro Rp 583,92 triliun (0,42% yoy), tabungan Rp 540,29 triliun (6,98% yoy), dan deposito Rp 459,63 triliun (63,83% yoy).

Lonjakan tinggi pada dana mahal seperti deposito itu yang menjadi salah satu tantangan bagi bank yang sampai saat ini belum menghasilkan margin bunga yang diharapkan. Sebagai bukti, rasio dana murah (current account saving account/CASA) anjlok dari posisi 79,48% menjadi 70,98% per November 2025.

Tapi berkat DPK yang tumbuh tinggi itu pula likuiditas Bank Mandiri cukup memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 91,65% per November, atau lebih rendah dari posisi ketat 93,88% pada periode sama tahun lalu. Ini tak terlepas dari penempatan dana pemerintah senilai Rp 80 triliun yang dilakukan pemerintah pada 12 September dan 10 November lalu.

Penjelasan Manajemen BMRI

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 5 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 6 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 30 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia