Daftar Emiten BUMN Penerima Suntikan Dana Jumbo Danantara
1. PT Indofarma Tbk (INAF)
INAF menjadi emiten BUMN farmasi yang masih antre uluran tangan dari Danantara setelah KAEF resmi mengantongi pinjaman. Terkait dukungan modal dari Danantara, Direktur Utama Indofarma Sahat Sihombing menyampaikan, INAF bersama Bio Farma selaku holding sudah mengusulkan kepada Danantara dan sedang berproses di Danantara.
“Kami berdoa. Yang jelas, kami sudah maksimal dan menyajikan data terbaik. Tinggal kami menunggu bagaimana keputusan pemegang saham, dalam hal ini Danantara,” ungkap Sahat dalam konferensi pers di Jakarta baru-baru ini.
Indofarma, demikian Sahat, cukup berharap suntikan modal dari Danantara bisa segera cair untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan. Sebab, kucuran dana dari Danantara akan digunakan INAF untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. “Kami belum bisa sampaikan besaran angkanya,” jawab Sahat ketika diminta menyebutkan besaran dana yang dimohonkan perseroan kepada Danantara.
2. PT Timah Tbk (TINS)
Emiten pertambangan, PT Timah Tbk (TINS) juga tengah merancang proposal yang akan dimohonkan kepada Danantara untuk menginjeksi modal anak usaha perseroan, PT Timah Industri selaku yang menjalankan bisnis produk hilirisasi timah.
Anak usaha TINS yang beroperasi di Cilegon, Banten tersebut berencana memproduksi beberapa produk hilirisasi seperti tin solder, tin chemical, hingga tin powder yang saat ini dalam proses pengembangan.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk (TINS), Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, mengungkapkan bahwa terkait hilirisasi, Danantara telah berkomitmen mendukung baik hilirisasi maupun proses hulu PT Timah.
“Saya sempat mendengar dan beberapa kali rapat dengan Pak Rosan (CEO Danantara) menyampaikan itu. Artinya, kami pun tengah menyiapkan semacam proposal bisnis yang dilakukan PT Timah Industri untuk kiranya dapat diinjeksi atau investasi yang bisa dilakukan oleh Danantara terhadap PT Timah Industri,” kata Suhendra dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
3. Emiten BUMN Karya
Emiten BUMN Karya yang dibekap banyak persoalan keuangan juga tidak luput dari perhatian Danantara. Bahkan, sebelum Danantara dibentuk, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sudah memperoleh dukungan modal jumbo dari negara melalui penyertaan modal negara (PMN). Adapun, untuk sekarang, fokus Danantara terhadap emiten BUMN Karya adalah melakukan konsolidasi atau merger yang diekspektasikan tuntas pada semester I-2026.
Baca Juga:
Nestapa BUMN KaryaChief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria berterus terang, problematika perusahaan BUMN Karya banyak sekali termasuk di dalamnya menyangkut restrukturisasi utang. “Jadi, problem keuangan di perusahaan karya-karya ini cukup dalam. Kita harus transparan juga kepada publik,” ucap Dony kepada media dikutip, Kamis (27/11/2025).
Dony belum sampai pada kesimpulan skenario atau opsi (konsolidasi) mana yang akan menjadi keputusan akhir. Sebab, Danantara masih terus mengkaji bentuk-bentuk terbaik dari merger BUMN Karya tersebut. Namun yang pasti, BUMN Karya akan dimerger.
“Mergernya sudah pasti. Karena kami akan melakukan supaya perusahaan-perusahaan karya kita menjadi lebih kuat ke depannya. Ini yang akan kami lakukan kajian-kajian. Ada beberapa opsi,” tutur Dony.
Oleh sebab itu, Danantara melanjutkan inisiatif merger BUMN Karya hingga tahun depan (2026) bersamaan dengan masih berlangsungnya kajian-kajian dan restrukturisasi keuangan. “Jadi, kami carry over ke tahun depan (2026). Khusus untuk perusahaan BUMN Karya tidak selesai tahun ini (2025). Kuartal pertama kami akan lakukan merger,” tandasnya.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





