Minggu, 5 April 2026

Tensi AS-Iran Memanas, Harga Emas Kembali Meroket Dekati Level US$ 5.100

Penulis : Grace El Dora
4 Feb 2026 | 16:53 WIB
BAGIKAN
Seorang pedagang perhiasan emas menimbang batangan emas untuk dijual di Bangkok, Thailand, Kamis (29/1/2026). (Foto: AP/ Sakchai Lalit)
Seorang pedagang perhiasan emas menimbang batangan emas untuk dijual di Bangkok, Thailand, Kamis (29/1/2026). (Foto: AP/ Sakchai Lalit)

SINGAPURA, investor.id – Harga emas dunia kembali bergerak perkasa pada perdagangan Rabu (4/2/2026), mendekati level US$ 5.100 per troy ons. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) menyusul ketegangan geopolitik terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas.

Berdasarkan data pasar pada pukul 06.55 GMT, harga emas di pasar spot melesat 2,8% ke level US$ 5.076,01 per ons. Lonjakan ini menyusul performa impresif pada Selasa (3/2/2026), di mana emas mencatatkan kenaikan harian sebesar 5,9% yang menjadi kenaikan satu hari terbesar sejak November 2008.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April 2026 terpantau naik 3,3% ke posisi US$ 5.097,20 per ons, menurut laporan Reuters, Rabu (4/2/2026)

ADVERTISEMENT

Pemicu Geopolitik dan Analisis Pasar

Sentimen pasar berubah agresif setelah militer Amerika Serikat melaporkan telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) milik Iran pada Selasa. Drone tersebut dianggap melakukan manuver berbahaya saat mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.

Analis dari ANZ Soni Kumari menilai, kembalinya kekuatan harga emas merupakan hal yang wajar. "Setelah reli yang sangat tajam, koreksi memang diperkirakan terjadi. Namun, dengan kembalinya harga emas saat ini, terlihat bahwa fundamental pasar belum banyak berubah," ungkapnya.

Optimisme juga datang dari Goldman Sachs yang menyebut adanya potensi kenaikan signifikan melampaui prediksi akhir tahun mereka di angka US$ 5.400. Hal ini didukung oleh langkah bank sentral dunia yang terus menumpuk cadangan emas serta meningkatnya pembelian ETF emas oleh investor swasta.

Prediksi Harga Emas Menuju US$ 6.000?

Analis riset senior dari IndusInd Securities Jigar Trivedi bahkan memprediksi harga emas akan terus mendaki. "Kami memperkirakan level US$ 5.600 akan tercapai pada akhir paruh pertama tahun ini atau sekitar akhir April 2026. Target harga akhir tahun kami berada di level US$ 6.000 per ons," jelasnya.

Tidak hanya emas, perak di pasar spot juga melonjak 5% menjadi US$ 89,38 per ons. Logam mulia lainnya seperti platinum naik 4,2% menjadi US$ 2.302,56 dan paladium menguat 3,5% ke posisi US$ 1.794,15.

Saat ini, pelaku pasar tengah menantikan rilis data penggajian swasta ADP untuk melihat arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed), di tengah tertundanya laporan ketenagakerjaan resmi Januari akibat penutupan pemerintahan sebagaian (government shutdown) di AS.

Mengapa Dunia Kembali Berburu Emas?

Lonjakan harga emas hingga menembus level psikologis di atas US$ 5.000 pada awal 2026 bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan manifestasi dari kumulasi ketidakpastian global.

Secara historis, emas selalu dianggap sebagai "pelabuhan terakhir" saat mata uang fiat dan pasar saham goyah akibat perang atau ketegangan diplomatik. Insiden penembakan drone Iran di Laut Arab hanyalah pemantik terbaru dari bara api geopolitik yang sudah lama menyala di Timur Tengah.

Selain faktor konflik, fenomena ini juga dipicu oleh strategi diversifikasi cadangan devisa oleh berbagai bank sentral dunia yang mulai mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Di sisi lain, kondisi internal Amerika Serikat yang mengalami penutupan pemerintahan menciptakan kekosongan data ekonomi yang valid, memaksa investor beralih ke aset berwujud yang nilainya tidak dapat dimanipulasi oleh kebijakan politik singkat.

Pergerakan harga menuju angka US$ 6.000 mencerminkan ekspektasi inflasi global dan ketidakstabilan politik akan menjadi norma baru dalam beberapa tahun ke depan, menjadikan logam mulia sebagai standar utama dalam menjaga nilai kekayaan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 50 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 1 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 1 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia