Rupiah Tak Kuat Hadapi Tekanan Bertubi-tubi
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) kembali jatuh pada Selasa, 10 Februari 2026.
Pada perdagangan Selasa sore (10/2/2026), kurs rupiah ditutup melemah 7 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat menguat 20 poin di level Rp 16.812 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.805.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa rupiah melemah meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah sedikit mereda.
Ketegangan AS-Iran mereda setelah Departemen Transportasi menyarankan kapal-kapal berbendera AS untuk tetap sejauh mungkin dari wilayah Iran saat melewati Selat Hormuz dan Teluk Oman.
"Fokus minggu ini adalah pada data ekonomi dari konsumen minyak terbesar di dunia, dengan data tersebut diharapkan akan memengaruhi prospek permintaan," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga:
Rupiah Terseret Gejolak DomestikRupiah juga melemah menjelang rilis data ekonomi AS. Salah satunyadata penggajian non-pertanian bulan Januari 2026 yang akan dirilis pada hari Rabu besok (11/2), sementara data inflasi indeks harga konsumen akan dirilis pada hari Jumat.
"Data-data tersebut juga diperkirakan akan memengaruhi prospek suku bunga AS, terutama di tengah perubahan kepemimpinan yang akan segera terjadi di Federal Reserve," ungkap Ibrahim.
Pelemahan rupiah juga terjadi menjelang rilis data ekonomi China, yang mencakup data CPI dari importir minyak terbesar di dunia tepat sebelum liburan Tahun Baru Imlek.
Baca Juga:
Prospek Rupiah Terus Dihantam BadaiDari sisi internal, rupiah jatuh meski rilis tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendekati level 80%.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






