Rupiah Tertekan Lagi Imbas Sentimen Global
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah kembali merosot pada Jumat, 13 Februari 2026.
Pada perdagangan Jumat sore (13/2/2026), kurs rupiah ditutup melemah 8 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat melemah 20 poin di level Rp 16.836 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.828.
Direktur PT. Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa rupiah melemah imbas beberapa sentimen eksternal, salah satunya terkait ketidakpastian mengenai pemotongan suku bunga AS, setelah data penggajian Amerika menunjukkan beberapa tanda ketahanan di pasar tenaga kerja pada Januari 2026.
"Dolar AS pulih dari titik terendah mingguan setelah data penggajian non-pertanian pada hari Rabu," ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).
"Fokus sekarang sepenuhnya tertuju pada data inflasi indeks harga konsumen AS untuk bulan Januari, yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia," katanya.
Seperti diketahui, kekuatan pasar tenaga kerja dan inflasi adalah dua pertimbangan terbesar Federal Reserve untuk suku bunga.
Rupiah juga melemah di tengah ekspektasi pasar bahwa data inflasi utama dan inti AS akan mendingin pada Januari 2026.
Kemudian, Investor menilai risiko geopolitik mereda di timur tengah setelah Donald Trump mengatakan negosiasi mengenai potensi kesepakatan nuklir dengan Iran dapat berlangsung hingga satu bulan. Hal ini yang juga mempengaruhi pergerakan rupiah.
Baca Juga:
Rupiah Diprediksi Sulit Ubah NasibPelemahan rupiah juga terjadi setelah ketegangan geopolitik memanas di Eropa Timur, di mana serangan pesawat tak berawak Ukrainamenyebabkan kebakaran di kilang minyak milik Lukoil dekat Ukhta di Republik Komi barat laut Rusia.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






