Harga Emas Didiskon di India, Permintaan China Tetap Kuat Jelang Imlek
JAKARTA, investor.id – Harga emas fisik di Asia menunjukkan tren beragam. Di India, emas mulai diperdagangkan dengan diskon untuk pertama kalinya dalam hampir sebulan, sementara permintaan di China tetap solid menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Dikutip dari Reuters, dealer emas di India menawarkan diskon hingga US$ 12 per ons dibandingkan harga resmi domestik, termasuk bea impor 6% dan pajak penjualan 3%. Padahal, pekan sebelumnya emas masih diperdagangkan dengan premi hingga US$ 70 per ons.
Seorang pedagang perhiasan di Hyderabad mengatakan permintaan belum pulih meskipun biaya pembuatan perhiasan telah didiskon. Konsumen ritel masih menahan pembelian karena harga emas dinilai terlalu tinggi.
Harga emas domestik India tercatat sekitar 154.000 rupee per 10 gram pada Jumat (13/2/2026), setelah sempat turun tajam ke level 133.687 rupee pekan lalu. Selain itu, pedagang juga menunda pembelian dari bank karena menunggu kebijakan impor emas dari Uni Emirat Arab dengan tarif preferensial.
Impor emas dari UEA mendapat keringanan bea masuk melalui perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang membuat pasokan emas berpotensi meningkat dan menekan harga domestik.
Berbeda dengan India, permintaan emas di China tetap kuat menjelang libur Tahun Baru Imlek yang dimulai 15 Februari. Emas diperdagangkan mulai dari diskon US$ 8 hingga premi US$ 10 per ons dibandingkan harga spot global.
Permintaan China Solid
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






