Harga Emas Siap Terbang Menembus Awan
JAKARTA, investor.id - Analisis kembali mengeluarkan prospek yang optimis pada harga emas untuk tahun 2026.
Tim analis di Elev8 mengungkapkan bahwa prospek bullish harga emas didukung oleh penurunan suku bunga riil dan pelemahan dolar AS.
"Tren ini semakin diperkuat oleh kekhawatiran investor mengenai independensi The Fed di masa depan dan erosi kepercayaan yang lebih luas terhadap dolar sebagai mata uang cadangan. Selain itu, Bank Sentral terus menambah cadangan mereka pada tingkat rekor (menurut data Dewan Emas Dunia terbaru, permintaan emas global mencapai rekor triwulanan bersejarah sebesar 1.313 ton pada akhir tahun 2025)," papar tim analis Elev8 dalam keterangannya, dikutip Rabu (18/2/2026).
Para analis pun menyoroti reli harga emas yang mendorongnya melampaui nilai US$ 3.000, US$ 4.000, dan US$ 5.000 per troy ons seiring dengan berbagai krisis global, mulai dari kebijakan tarif dagang hingga penutupan pemerintahan AS pada 2025 lalu.
Emas dan perak juga kembali mencetak sejarah pada tahun 2026, melonjak ke level tertinggi sepanjang masa yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pertengahan Januari hanya untuk kemudian disusul oleh pembalikan arah yang tajam, yang menyebabkan kedua logam tersebut mencatat penurunan satu hari yang tercuram dalam beberapa dekade.
Melihat dinamika yang terjadi di bank sentral AS dan posisi dolar, analis Elev8 memproyeksi harga emas dapat lanjut menguat di kisaran level US$ 5.400 per troy ons hingga US$ 6.150 per troy ons pada 2026.
"Kami tetap optimis terhadap emas dan memperkirakan harganya akan mencapai rata-rata US$ 5.400 hingga tahun 2026, berpotensi mencapai US$ 6.150 yang didorong oleh pembelian bank sentral dan diversifikasi investor," ungkap mereka.
"Terlepas dari volatilitasnya, tren fundamental untuk kedua logam (emas dan perak) tetap sangat bullish. Bahkan, kenaikan jangka panjang mereka didukung oleh 'badai sempurna' dari pendorong fundamental yang tetap kokoh dan siap untuk memberikan pengaruh lebih lanjut sepanjang tahun," imbuhnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






