Minggu, 5 April 2026

Risalah The Fed Ungkap Pejabat Terbelah Soal Arah Suku Bunga

Penulis : Indah Handayani
19 Feb 2026 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Sebuah segel terlihat sebelum Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell keluar untuk berbicara selama konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 17 September 2025 di Gedung Dewan Federal Reserve di Washington. (Foto: AP Photo/ Jacquelyn Martin)
Sebuah segel terlihat sebelum Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell keluar untuk berbicara selama konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 17 September 2025 di Gedung Dewan Federal Reserve di Washington. (Foto: AP Photo/ Jacquelyn Martin)

WASHINGTON, investor.id – Pejabat The Fed menunjukkan perbedaan pandangan mengenai arah suku bunga pada rapat Januari, dengan sebagian menilai pemotongan lebih lanjut sebaiknya ditunda dan baru bisa dilanjutkan nanti tahun ini jika inflasi menurun sesuai target.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pda 27–28 Januari yang dirilis Rabu (18/2/2026) menyoroti dilema antara memerangi inflasi dan mendukung pasar tenaga kerja. Meski keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap sebagian besar diterima, arah ke depan tetap belum jelas.

“Beberapa peserta menilai penyesuaian lebih lanjut pada target suku bunga federal kemungkinan tepat jika inflasi turun sesuai ekspektasi,” tulis risalah tersebut. Namun, terdapat perbedaan pendapat apakah fokus kebijakan harus lebih pada menahan inflasi atau menjaga stabilitas tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

Beberapa pejabat menyarankan untuk mempertahankan suku bunga sementara sambil menunggu data terbaru. “Penurunan suku bunga tambahan mungkin tidak diperlukan sampai ada indikasi jelas bahwa inflasi benar-benar terkendali,” ungkap risalah itu.

Bahkan sebagian pihak mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap di atas target, dan menyarankan pernyataan pasca-rapat menyoroti dua kemungkinan arah kebijakan suku bunga.

Sebelumnya, The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar 0,75 poin persentase secara berturut-turut pada September, Oktober, dan Desember 2025, sehingga kini berada di kisaran 3,5%–3,75%.

Rapat Januari menjadi yang pertama bagi sejumlah presiden regional baru, termasuk Lorie Logan (Dallas) dan Beth Hammack (Cleveland), yang menekankan suku bunga sebaiknya ditahan sementara karena inflasi masih menjadi ancaman.

Perpecahan di dalam The Fed berpotensi semakin lebar jika mantan Gubernur Kevin Warsh dikonfirmasi sebagai Ketua Fed berikutnya. Warsh, bersama Gubernur Stephen Miran dan Christopher Waller, mendukung penurunan suku bunga.

Penolakan Keputusan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 2 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia