Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Pekan Depan Terjepit Minyak dan Suku Bunga

Penulis : Indah Handayani
3 Apr 2026 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan dan perhiasan
sumber;  hamiltonleen dari Pixabay
Ilustrasi emas batangan dan perhiasan sumber; hamiltonleen dari Pixabay

JAKARTA, investor.idHarga emas diperkirakan bergerak fluktuatif pada pekan depan, di tengah tekanan kenaikan harga minyak dan ekspektasi suku bunga, meski logam mulia ini masih mencatat kenaikan mingguan.

Harga emas ditutup jatuh 1,72% ke level US$ 4.676,28 per ons troi. Meski demikian, harga emas berhasil mencatat kenaikan sekitar 3% sepanjang pekan ini dan bertahan di atas level US$ 4.600 per ons troi. Namun, reli tersebut tertahan setelah gagal menembus level resistensi US$ 4.800 per ons pada pertengahan pekan.

Dikutip dari Kitco, analis menilai pergerakan harga emas saat ini masih berada dalam tarik-menarik sentimen, terutama akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah. 

Advertisement

Awalnya, pasar berharap konflik dapat segera mereda. Namun, seiring kenaikan harga minyak kembali menembus US$ 100 per barel menjelang libur panjang Paskah, pelaku pasar mulai memperhitungkan potensi konflik yang lebih berkepanjangan.

Kondisi ini turut memperkuat dolar AS dan meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasok global, yang pada akhirnya membatasi kenaikan harga emas.

Analis FxPro Alex Kuptsikevich mengatakan, ketidakpastian geopolitik justru menjadi tekanan bagi emas dalam jangka pendek, terutama karena potensi respons bank sentral terhadap lonjakan inflasi. “Pasar mulai memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi akibat kenaikan harga energi. Ini menjadi sentimen negatif bagi emas,” ujarnya.

Meski demikian, Kuptsikevich menilai tekanan tersebut bisa bersifat sementara. Jika harga emas turun ke kisaran US$ 4.200 per ons troi, tren kenaikan jangka menengah masih dinilai belum berubah. Namun, penembusan di bawah level tersebut dapat menjadi sinyal pembalikan tren naik tiga tahunan.

Fase Pemulihan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 4 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 8 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 34 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 37 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 46 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 50 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia