Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Pekan Depan Terjepit Minyak dan Suku Bunga

Penulis : Indah Handayani
3 Apr 2026 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan dan perhiasan
sumber;  hamiltonleen dari Pixabay
Ilustrasi emas batangan dan perhiasan sumber; hamiltonleen dari Pixabay

JAKARTA, investor.idHarga emas diperkirakan bergerak fluktuatif pada pekan depan, di tengah tekanan kenaikan harga minyak dan ekspektasi suku bunga, meski logam mulia ini masih mencatat kenaikan mingguan.

Harga emas ditutup jatuh 1,72% ke level US$ 4.676,28 per ons troi. Meski demikian, harga emas berhasil mencatat kenaikan sekitar 3% sepanjang pekan ini dan bertahan di atas level US$ 4.600 per ons troi. Namun, reli tersebut tertahan setelah gagal menembus level resistensi US$ 4.800 per ons pada pertengahan pekan.

Dikutip dari Kitco, analis menilai pergerakan harga emas saat ini masih berada dalam tarik-menarik sentimen, terutama akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah. 

ADVERTISEMENT

Awalnya, pasar berharap konflik dapat segera mereda. Namun, seiring kenaikan harga minyak kembali menembus US$ 100 per barel menjelang libur panjang Paskah, pelaku pasar mulai memperhitungkan potensi konflik yang lebih berkepanjangan.

Kondisi ini turut memperkuat dolar AS dan meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasok global, yang pada akhirnya membatasi kenaikan harga emas.

Analis FxPro Alex Kuptsikevich mengatakan, ketidakpastian geopolitik justru menjadi tekanan bagi emas dalam jangka pendek, terutama karena potensi respons bank sentral terhadap lonjakan inflasi. “Pasar mulai memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi akibat kenaikan harga energi. Ini menjadi sentimen negatif bagi emas,” ujarnya.

Meski demikian, Kuptsikevich menilai tekanan tersebut bisa bersifat sementara. Jika harga emas turun ke kisaran US$ 4.200 per ons troi, tren kenaikan jangka menengah masih dinilai belum berubah. Namun, penembusan di bawah level tersebut dapat menjadi sinyal pembalikan tren naik tiga tahunan.

Fase Pemulihan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia