Sabtu, 4 April 2026

BREN dan Raksasa Minyak AS Sepakat Kembangkan Panas Bumi

Penulis : Muawwan Daelami
23 Feb 2026 | 18:13 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). (Foto: Perseroan)
Ilustrasi kegiatan usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, PT Star Energy Geothermal terus bermanuver dengan mengoptimalkan pengembangan panas bumi bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga mengeksplorasi potensi panas bumi di luar negeri.

Inisiatif ini dikerjakan BREN dengan menyepakati perjanjian strategis bersama raksasa jasa ladang minyak yang bermarkas di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS) yaitu SLB yang sahamnya tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode emiten SLB.

Kerangka kerja sama strategis tersebut meliputi pengembangan lapangan Wilayah Kerja Panas (WKP) Sekincau di Indonesia dan mengeksplorasi potensi panas bumi di masa depan termasuk kawasan Amerika Utara, serta menyediakan jasa pengeboran terintegrasi penuh untuk tahap pengembangan proyek Sekincau.

Advertisement

Perjanjian antara kedua belah pihak sekaligus menandai fase baru dalam hubungan antara SLB dan Star Energy Geothermal yang sebelumnya dibangun di atas kolaborasi teknologi, kini bergerak menuju perencanaan pelaksanaan di tingkat proyek. Teknologi, keahlian teknis, dan kapabilitas eksekusi SLB selanjutnya diterapkan untuk meningkatkan kinerja di seluruh siklus hidup proyek.

Presiden Direktur PT Barito Renewables Energy Tbk sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal Hendra Tan menyampaikan, Indonesia berpotensi membentuk masa depan energi panas bumi secara global dan BREN berperan untuk mengubah potensi tersebut menjadi dampak nyata. Kolaborasi ini sekaligus menandai langkah membangun keahlian yang berakar di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional.

“Dengan menggabungkan antara kapabilitas operasional Star Energy Geothermal yang teruji dan kekuatan global SLB dalam aspek subsurface dan eksekusi, kami memposisikan panas bumi tidak hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat penurunan emisi, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan nilai berkelanjutan lintas benua,” jelas Hendra dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).

Pada implementasinya, melalui perjanjian strategis antara SLB dan anak usaha emiten Prajogo Pangestu ini, SLB akan meningkatkan efisiensi pengembangan, mengurangi risiko subsurface dan risiko eksekusi, serta mendukung realisasi proyek panas bumi yang layak secara teknis maupun komersial.

Managing Director Indonesia SLB Nurzhan Ongaltayev menyampaikan, perjanjian dan peluang kolaborasi baru ini menghadirkan keahlian konsultasi subsurface SLB serta pengalaman eksekusi global untuk mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman, mulai dari pelaksanaan proyek di Indonesia hingga evaluasi peluang di luar negeri.

“Teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, serta kinerja operasional yang disiplin melalui integrasi di seluruh siklus hidup proyek merupakan hal esensial untuk meningkatkan skala proyek panas bumi.” tutur Nurzhan.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 14 menit yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 35 menit yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.
Market 38 menit yang lalu

Trisula (TRIS) Cetak Laba Tumbuh 33%

PT Trisula International Tbk (TRIS) membukukan laba Rp 110,16 miliar tahun 2025, tumbuh 33% yoy.
Business 1 jam yang lalu

Dorong Elektrifikasi untuk Perkuat Kemandirian Energi di Tengah Gejolak Global

Percepatan elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Jadi Destinasi Favorit Libur Paskah, 30 Ribu Pengunjung Padati Kawasan Ancol

Kawasan Ancol jadi destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang akhir pekan. Diperkirakan ada 30 ribu pengunjung datang hari ini

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia