BREN dan Raksasa Minyak AS Sepakat Kembangkan Panas Bumi
JAKARTA, investor.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, PT Star Energy Geothermal terus bermanuver dengan mengoptimalkan pengembangan panas bumi bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga mengeksplorasi potensi panas bumi di luar negeri.
Inisiatif ini dikerjakan BREN dengan menyepakati perjanjian strategis bersama raksasa jasa ladang minyak yang bermarkas di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS) yaitu SLB yang sahamnya tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode emiten SLB.
Kerangka kerja sama strategis tersebut meliputi pengembangan lapangan Wilayah Kerja Panas (WKP) Sekincau di Indonesia dan mengeksplorasi potensi panas bumi di masa depan termasuk kawasan Amerika Utara, serta menyediakan jasa pengeboran terintegrasi penuh untuk tahap pengembangan proyek Sekincau.
Perjanjian antara kedua belah pihak sekaligus menandai fase baru dalam hubungan antara SLB dan Star Energy Geothermal yang sebelumnya dibangun di atas kolaborasi teknologi, kini bergerak menuju perencanaan pelaksanaan di tingkat proyek. Teknologi, keahlian teknis, dan kapabilitas eksekusi SLB selanjutnya diterapkan untuk meningkatkan kinerja di seluruh siklus hidup proyek.
Presiden Direktur PT Barito Renewables Energy Tbk sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal Hendra Tan menyampaikan, Indonesia berpotensi membentuk masa depan energi panas bumi secara global dan BREN berperan untuk mengubah potensi tersebut menjadi dampak nyata. Kolaborasi ini sekaligus menandai langkah membangun keahlian yang berakar di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional.
“Dengan menggabungkan antara kapabilitas operasional Star Energy Geothermal yang teruji dan kekuatan global SLB dalam aspek subsurface dan eksekusi, kami memposisikan panas bumi tidak hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat penurunan emisi, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan nilai berkelanjutan lintas benua,” jelas Hendra dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).
Pada implementasinya, melalui perjanjian strategis antara SLB dan anak usaha emiten Prajogo Pangestu ini, SLB akan meningkatkan efisiensi pengembangan, mengurangi risiko subsurface dan risiko eksekusi, serta mendukung realisasi proyek panas bumi yang layak secara teknis maupun komersial.
Managing Director Indonesia SLB Nurzhan Ongaltayev menyampaikan, perjanjian dan peluang kolaborasi baru ini menghadirkan keahlian konsultasi subsurface SLB serta pengalaman eksekusi global untuk mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman, mulai dari pelaksanaan proyek di Indonesia hingga evaluasi peluang di luar negeri.
“Teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, serta kinerja operasional yang disiplin melalui integrasi di seluruh siklus hidup proyek merupakan hal esensial untuk meningkatkan skala proyek panas bumi.” tutur Nurzhan.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Perum Bulog Catat Stok Beras 4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026
Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun
Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.Trisula (TRIS) Cetak Laba Tumbuh 33%
PT Trisula International Tbk (TRIS) membukukan laba Rp 110,16 miliar tahun 2025, tumbuh 33% yoy.Dorong Elektrifikasi untuk Perkuat Kemandirian Energi di Tengah Gejolak Global
Percepatan elektrifikasi di sektor transportasi dan rumah tangga bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional.Jadi Destinasi Favorit Libur Paskah, 30 Ribu Pengunjung Padati Kawasan Ancol
Kawasan Ancol jadi destinasi favorit masyarakat untuk mengisi libur panjang akhir pekan. Diperkirakan ada 30 ribu pengunjung datang hari iniTag Terpopuler
Terpopuler





