Saham BMRI Diincar
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sedang jadi incaran asing. Aksi investor asing memborong saham BMRI kembali terjadi di sesi I perdagangan Selasa (24/2/2026) ini.
Sebelumnya, pada perdagangan 20 dan 23 Februari, saham emiten bank BUMN ini juga diborong asing dengan net buy masing-masing Rp 173,5 miliar dan Rp 328 miliar.
Sedangkan di sesi I hari ini, saham BMRI diparkir naik 0,95% ke Rp 5.325. Sebanyak 80,78 juta saham diperdagangkan, frekuensi 14.685 kali, dan nilai transaksi Rp 427,87 miliar.
Baca Juga:
Terungkap Biang Kerok IHSG MemerahAdapun saham BMRI rata-rata diperdagangkan di Rp 5.296,8 per saham pada sesi I. Saham ini membukukan net buy asing dari segi volume sebesar 52.408.700 saham di sesi I.
Dalam sepekan terakhir, saham Bank Mandiri menguat 4,93%. Di mana investor asing membukukan net buy di saham ini Rp 943,69 miliar dalam periode 17-23 Februari.
Dari segi kinerja, Bank Mandiri (BMRI) telah menunjukkan performa sepanjang 2025 yang melampaui estimasi berkat hasil kuartal IV-2025 yang memecahkan rekor. BMRI mencatatkan laba bersih kuartalan tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp 18,6 triliun pada kuartal IV-2025.
Dengan begitu, total laba bersih BMRI selama 2025 mencapai Rp 56,3 triliun atau tumbuh 1% yoy. “Pencapaian itu lebih tinggi dari estimasi kami maupun konsensus pasar,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.
Baca Juga:
Saham Ini Senasib dengan BUMIAdapun pertumbuhan kredit BMRI pada 2025 tetap kuat sebesar 13% yoy. Itu terutama ditopang oleh segmen korporasi dan komersial, sehingga mampu mengimbangi penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 30 basis poin (bps) dan mendorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 4%.
Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh kuat 24% yoy, terutama berasal dari deposito berjangka yang menurunkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) menjadi 89%.
“Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BMRI tetap stabil sebesar 1,1%,” ungkap Victor.
Target Harga Saham
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






