Ahli Terang-terangan soal Nasib Harga Emas
JAKARTA, investor.id - Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai bahwa kombinasi faktor global dan sinyal teknikal yang kuat menjadi pendorong utama yang menjaga momentum kenaikan harga emas pada perdagangan Selasa (24/2/2026).
Dupoin Futures memproyeksikan bahwa jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance di kisaran US$ 5.250 per troy ounce.
“Level ini menjadi target terdekat yang dapat dicapai apabila kondisi pasar tetap mendukung, terutama jika dolar AS masih berada dalam tekanan dan ketidakpastian global belum mereda,” kata Andy dalam laporannya hari ini.
Baca Juga:
Nasib Harga Emas Seiring Tensi AS-IranSebaliknya, apabila terjadi tekanan jual atau aksi ambil untung, maka harga emas berpotensi mengalami koreksi menuju level support terdekat di sekitar US$ 5.127 per troy ounce.
“Area tersebut diperkirakan akan menjadi zona penting yang dapat menahan penurunan lebih lanjut,” sebut Andy.
Saat berita ini disusun, harga emas berada di level US$ 5.182 atau turun 0,85%.
Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan positif. Kombinasi antara pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, ketidakpastian perdagangan global, serta dukungan sinyal teknikal yang kuat menjadi faktor utama yang menopang tren kenaikan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






