Rupiah Dihantui Prospek Lemah Imbas Sentimen Ganda
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diprediksi rentan melemah pada Rabu besok, 25 Februari 2026.
Pada perdagangan Selasa sore ini (24/2/2026), kurs rupiah ditutup melemah 27 poin terhadap dolar AS (USD).=, setelah sebelumnya sempat melemah 45 poin di level Rp 16.829 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.802.
"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.830 - Rp 16.860," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis, pada Selasa (24/2/2026).
Ibrahim mengatakan, rupiah diproyeksi melemah akibat sentimen geopolitik yang masih berlanjut di Timur Tengah, menjelang putaran ketiga pembicaraan nuklir antara Iran dan AS di Jenewa.
"Amerika Serikat ingin Iran menghentikan program nuklirnya, tetapi Iran dengan tegas menolak, dan membantah sedang berupaya mengembangkan senjata atom," Ibrahim menyoroti.
Prospek rupiah juga lemah menyusul tensi perdagangan baru di Amerika, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump, yang kemudian mengatakan bahwa ia akan mengenakan bea masuk yang jauh lebih tinggi berdasarkan undang-undang perdagangan yang berbeda.
Dari sisi internal, rupiah diproyeksi melemah setelah Pemerintah tercatat menarik utang baru Rp 127,3 triliun sepanjang Januari 2026. Angka ini mengambil porsi 15,3% dari total target APBN sepanjang tahun ini yang mencapai Rp 832,2 triliun.
Baca Juga:
Rupiah Perkasa Hadapi Pukulan BeruntunSedangkan pembiayaan non-utang pada awal tahun ini mencapai minus Rp 22,2 triliun atau 15,6% dari rencana APBN yakni minus Rp 145,1 triliun. Pembiayaan non-utang ini artinya tidak menambah utang melainkan berinvestasi di sektor tertentu.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






