Minggu, 21 Juni 2026

Aksi Jual Emas Bisa Terus Meluas

Penulis : Natasha Khairunisa
25 Feb 2026 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Dario Pignatelli/ Bloomberg/ Getty Images)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Dario Pignatelli/ Bloomberg/ Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Aksi jual cadangan emas oleh bank sentral  diperkirakan bisa terjadi di Lebanon dalam upaya menyelamatkan ekonomi negara tersebut dari krisis berat.

Dikutip dari Financial Times, Rabu (25/2/2026), Bank Sentral Lebanon diketahui memiliki cadangan emas sebesar lebih dari 280 ton. Bank sentral tersebut mulai mengumpulkan cadangan emas pada tahun 1940-an dan 1950-an untuk menopang nilai pound Lebanon.

Jumlah tersebut menandakan kenaikan harga emas dunia ke kisaran US$ 5.000 akan memberikan manfaat yang sangat besar.

ADVERTISEMENT

Nilai cadangan emas Lebanon telah meningkat tiga kali lipat sejak awal krisis hingga mencapai sekitar US$ 45 miliar pada awal 2026, atau setara dengan lebih dari setengah kerugian finansial.

Namun, hukum di Lebanon melarang penjualan atau penyewaan emas, yang berarti parlemen perlu mengesahkan undang-undang untuk mengizinkan penggunaan logam mulia tersebut.

Sementara itu, para politisi dan bankir sedang memperdebatkan undang-undang yang akan menentukan pihak yang bertanggung jawab untuk membayar lonjakan utang.

Rancangan undang-undang ini merupakan persyaratan utama untuk kesepakatan IMF, yang dianggap penting oleh pihak berwenang untuk pemulihan dari bencana. Sejak 2019, Lebanon gagal menerapkan reformasi yang diminta oleh IMF.

Meskipun rancangan undang-undang tersebut yang dikenal sebagai undang-undang kesenjangan keuangan mengesampingkan penggunaan emas, beberapa analis mengatakan bahwa pada akhirnya emas akan menjadi bagian dari solusi.

Sebelum Lebanon, aksi jual emas cadangan bank sentral telah terjadi di Rusia. Dkutip dari Kitco News, Bank Sentral Rusia (CBR) mengungkapkan telah menjual 300.000 ons logam mulia, menurunkan total kepemilikan emasnya menjadi 74,5 juta ons.

Ini merupakan penurunan pertama cadangan emas Rusia sejak Oktober 2025.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia