Sabtu, 4 April 2026

Panduan Cerdas Memilih Platform Kripto: Keamanan, Biaya, dan Aturan Pajak Terbaru

Penulis : Grace El Dora
27 Feb 2026 | 23:51 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC). IST
Ilustrasi Bitcoin (BTC). IST

LONDON, investor.id – Memasuki 2026, ekosistem aset digital semakin berkembang pesat. Bagi investor, memilih tempat bertransaksi kripto bukan lagi sekadar soal tampilan aplikasi, melainkan tentang keamanan aset dan kepatuhan terhadap regulasi yang kian ketat.

Di Inggris, investor memiliki dua pilihan utama: menggunakan bursa kripto khusus (dedicated exchange) atau platform investasi umum yang kini juga menyediakan layanan perdagangan kripto.

Memilih platform yang tepat memerlukan ketelitian. Setidaknya ada lima aspek utama yang wajib diperiksa sebelum menyetor dana:

- Keamanan Berlapis: Pastikan platform menggunakan cold storage (penyimpanan luring) untuk menjaga kunci enkripsi. Fitur Autentikasi Dua Faktor (2FA) adalah kewajiban, bukan pilihan.

Advertisement

- Struktur Biaya: Pahami perbedaan antara Maker Fee (biaya untuk order yang menunggu antrean) dan Taker Fee (biaya untuk order instan). Biasanya, Taker Fee jauh lebih mahal karena mengambil likuiditas pasar.

- Metode Pembayaran: Transfer bank umumnya gratis, namun penggunaan kartu debit atau kredit bisa dikenakan biaya tambahan hingga 3%.

- Fitur Canggih: Platform modern kini menawarkan fitur Staking untuk mendapatkan imbal hasil (seperti bunga tabungan) hingga fitur Copy Trade untuk meniru strategi investor profesional.

- Layanan Pelanggan: Pastikan ada dukungan obrolan langsung (live chat) 24/7 atau akses telepon di jam operasional jika terjadi kendala teknis.

Meski platform memiliki sistem keamanan canggih, pengguna sering kali menjadi titik lemah. Peretas kerap menggunakan teknik social engineering untuk menipu pengguna agar menyerahkan kredensial mereka. Selain itu, perlu diingat bahwa pasar kripto sangat volatil; keamanan platform tidak menjamin aset Anda terbebas dari risiko penurunan nilai.

Bagi investor sibuk, penggunaan bot atau algoritme perdagangan menjadi tren. Bot mampu memantau pasar 24 jam dan mengeksekusi transaksi berdasarkan data historis atau kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI). Namun, strategi ini tidak bebas risiko karena performa masa lalu tidak menjamin keuntungan di masa depan.

Per 1 Januari 2026, regulasi perpajakan kripto mengalami perubahan signifikan. Di bawah kerangka kerja Crypto Asset Reporting Framework (CARF), bursa kripto kini wajib melaporkan rincian identitas, transaksi, dan saldo pengguna kepada otoritas pajak (HMRC di Inggris).

Investor kini diminta memberikan nomor asuransi nasional atau referensi pajak unik. Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan memantau keuntungan modal (capital gains) yang wajib dilaporkan secara mandiri oleh setiap individu.

Standarisasi Industri di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Sejak runtuhnya beberapa platform kripto besar di masa lalu, industri aset digital memasuki era "Pembersihan Besar-besaran" pada periode 2024–2026. Fokus global kini bergeser dari sekadar inovasi tanpa batas menuju standarisasi dan perlindungan konsumen. Pengetatan aturan pajak dan kewajiban pelaporan data pengguna merupakan upaya pemerintah untuk mengintegrasikan kripto ke dalam sistem keuangan konvensional.

Bagi investor, ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, pasar menjadi lebih aman dari penipuan berskala besar karena adanya pengawasan ketat. Namun di sisi lain, privasi transaksi semakin berkurang seiring dengan integrasi data antara penyedia layanan kripto dan otoritas pajak.

Pemilihan platform saat ini bukan lagi tentang siapa yang menawarkan bonus terbesar, melainkan siapa yang paling patuh pada hukum dan memiliki asuransi perlindungan dana nasabah yang teraudit secara independen.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 24 menit yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.
National 39 menit yang lalu

Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.
International 1 jam yang lalu

Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial

Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.
Business 1 jam yang lalu

KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun

Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.
Business 2 jam yang lalu

PTPP Perkuat Fundamental Keuangan melalui Langkah Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence

PTPP memperkuat langkah transformasi bisnis dan fondasi keuangan Perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan.
Market 2 jam yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia