Harga Bitcoin (BTC) Bertahan di US$ 68.000, Pasar Tunggu Sinyal Trump
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto menguat pada Kamis (2/4/2026) pagi. Namun, harga Bitcoin (BTC)malah bertahan di kisaran US$ 68.000, seiring pelaku pasar bersiap menanti pidato penting Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait perang Iran.
Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.50 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melesat 0,27% menjadi US$ 2,35 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini turun 0,28% ke US$ 68.038 per koin atau sekitar Rp 1,15 miliar (kurs Rp 16.937).
Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar naik 0,34%. Dengan Ethereum melejit 1,8% ke US$ 2.138, Dogecoin (DOGE) menguat 0,55% ke US$ 0,092, dan XRP meningkat 0,9% ke US$ 1,34. Sedangkan Binance (BNB) malah turun 0,92% ke US$ 610 dan Solana (SOL) jatuh 1,92% ke US$ 81,3.
Dikutip dari TradingView, sejumlah laporan menyebut Trump kemungkinan akan memberi sinyal bahwa konflik mendekati akhir, bahkan bisa rampung dalam beberapa pekan, sembari menampilkan langkah terbaru sebagai keberhasilan strategis.
Namun, di balik narasi bahwa perang ‘akan segera berakhir’ yang mulai menguat, data intraday BTC justru menunjukkan sikap pasar yang lebih berhati-hati.
Indikator Cumulative Volume Delta (CVD) memperlihatkan tren yang jelas: tekanan jual mendominasi sepanjang hari.
Setelah sempat naik di awal sesi, CVD terus turun ke wilayah negatif. Artinya, lebih banyak order jual agresif dibandingkan beli. Secara sederhana, pelaku pasar memanfaatkan kenaikan harga untuk keluar dari posisi, bukan untuk menambah.
Bahkan saat terjadi pemulihan kecil di akhir sesi, tekanan jual tetap berlanjut. Ini menandakan minimnya keyakinan terhadap kenaikan harga.
Tekanan Jual Dominan
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






