Meneropong Pergerakan Rupiah Pekan Depan
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diproyeksi rentan kembali memasuki zona merah pada perdagangan Senin depan, 2 Maret 2026.
Pada perdagangan sore ini, kurs rupiah ditutup melemah 34 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat melemah 35 poin di level Rp 16.793 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.759.
"Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.790 - Rp 16.820," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang dibagikan pada Jumat (27/2/2026).
Ibrahim memproyeksi pergerakan kurs rupiah sepekan ke depan akan berada di kisaran Rp 16.750 - Rp 16.900.
Dia memaparkan, rupiah diprediksi melemah akibat sentimen geopolitik yang masih memanas antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, mata uang garuda juga dihantui sentimen terkait ketidakpastian tentang kebijakan perdagangan AS, setelah Mahkamah Agung negara itu memutuskan untuk membatalkan sebagian besar tarif perdagangan Presiden Donald Trump.
Rupiah juga diproyeksi melemah seiring perhatian pasar global terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang diantisipasi akan bertahan pada pertemuan di bulan Maret dan April 2026.
"Selain itu, pasar sedang menilai kembali jalur kebijakan moneter The Fed karena para pembuat kebijakan tetap khawatir tentang inflasi yang tinggi," imbuhnya.
Dari sisi internal, rupiah diantisipasi terdampak reaksi pasar terhadap keputusan Departemen Perdagangan AS (DOC) untuk pengenaan bea masuk imbalan atas sel dan panel surya yang diimpor oleh perusahaan-perusahaan di India, Indonesia, dan Laos. Secara rinci, AS menetapkan tarif subsidi umum sebesar 125,87% untuk impor dari India, 104,38% untuk impor dari Indonesia, dan 80,67% untuk impor dari Laos.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






