BRI (BBRI) Rilis Pengumuman, Siap-siap
JAKARTA, investor.id - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mengumumkan rencana penyelenggaraan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang akan digelar pada Jumat, 10 April 2026.
“Pemanggilan rapat akan dilakukan paling kurang melalui situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Bursa Efek Indonesia (Bursa), dan perseroan pada hari Jumat, 13 Maret 2026,” jelas direksi BBRI dalam pengumumannya dikutip Sabtu (28/2/2026).
Direksi BBRI menambahkan, pemegang Saham yang berhak menghadiri/diwakili dan memberikan suara dalam rapat tersebut, namanya harus tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan dan/atau pada rekening efek di KSEI pada hari Kamis, 12 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.
Mata acara rapatnya sendiri baru akan diungkap detail dalam pemanggilan RUPST. Tapi biasanya, agenda rutin RUPST BBRI adalah persetujuan penggunaan laba bersih, di antaranya untuk dividen.
BRI membuka kemungkinan untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) untuk tahun buku 2025 ke level yang lebih tinggi dibandingkan historisnya, seiring dengan tetap kuatnya permodalan perseroan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa penentuan rasio dividen salah satunya memang mempertimbangkan kondisi struktur permodalan atau capital adequacy ratio (CAR).
Selain itu, rasio dividen juga mempertimbangkan rencana pertumbuhan untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan di masa mendatang.
Baca Juga:
BRI (BBRI) Komitmen Beri Dividen TinggiHery mengatakan bahwa pada saat ini kondisi permodalan BRI sangat memadai sebagaimana tercermin dari CAR yang berada pada level 23,52 persen per akhir 2025 atau di atas ketentuan minimum regulator.
“Mempertimbangkan kondisi tersebut, seyogianya kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan level histori selama ini,” kata dia dikutip dari Antara.
Dengan rasio dividen yang tinggi, ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan upaya perseroan untuk senantiasa memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para pemegang saham.
Kebijakan tersebut juga berpotensi meningkatkan return on equity (ROE) BRI seiring dengan optimalisasi struktur permodalan.
Sebelumnya untuk tahun buku 2024, BRI membagikan dividen sebesar Rp 51,73 triliun, meningkat dibandingkan dengan dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 48,10 triliun.
BRI mencatat laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 60,15 triliun untuk tahun buku 2024.
Baca Juga:
Laba BBRI DisorotSementara itu untuk tahun buku 2025, BRI telah membagikan dividen interim sekurang-kurangnya Rp 20,6 triliun atau setara dengan Rp 137 per saham.
Pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan BRI per 30 September 2025 yang mana secara konsolidasian laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat Rp 41,23 triliun.
Adapun hingga akhir 2025, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp 57,132 triliun, dengan total aset tumbuh sebesar 7,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 2.135 triliun.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






