Minggu, 5 April 2026

Arah IHSG setelah Meletus Perang AS-Israel Kontra Iran

Penulis : Akmalal Hamdhi
1 Mar 2026 | 19:29 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi. Pegawai berada di depan layar pergerakan saham, BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Ilustrasi. Pegawai berada di depan layar pergerakan saham, BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Eskalasi konflik hingga meletusnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran bisa mengguncang pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko terkoreksi tajam, seiring langkah investor yang mulai beralih dari aset berisiko ke instrumen aman (safe haven).

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menjelaskan bahwa tekanan terhadap IHSG datang dari dua faktor utama.

“Pertama, potensi arus keluar modal (capital outflow) karena investor asing mengurangi eksposur di emerging market, termasuk Indonesia. Kedua, risiko inflasi impor akibat lonjakan harga energi,” ungkap Hendra saat dihubungi, Minggu (1/3/2026).

Potensi gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz—jalur yang melayani 30% perdagangan minyak global—menjadi kekhawatiran utama pasar. Hendra memperingatkan bahwa gangguan pada arus kapal tanker di kawasan tersebut dapat memicu lonjakan harga minyak yang berimbas pada kinerja emiten.

ADVERTISEMENT

“Jika harga minyak bertahan tinggi, beban biaya produksi meningkat dan margin emiten bisa tertekan. Dalam kondisi seperti ini, IHSG berpotensi bergerak melemah,” imbuhnya.

Secara teknikal, IHSG diprediksi akan menguji level support klasik di 8.133. Jika level tersebut ditembus, area psikologis 8.000 menjadi titik pertahanan berikutnya, sementara resistance terdekat berada di posisi 8.300. Pada penutupan perdagangan Jumat (27/2/2026), IHSG tercatat stagnan di level 8.235,48.

Meski demikian, sektor berbasis komoditas seperti emas dan minyak diprediksi menjadi penopang di tengah gejolak global. Hendra merekomendasikan strategi trading buy untuk sejumlah saham, di antaranya MDKA (target harga Rp 3.900), ANTM (target harga Rp 4.500), ELSA (target harga Rp 900), ENRG (target harga Rp 1.900), serta SOCI (target harga Rp 750). Adapun AKRA direkomendasikan untuk speculative buy dengan target harga Rp 1.400.

Hendra menekankan agar investor tetap disiplin dan selektif. Bagi investor konservatif, strategi wait and see dianggap paling relevan sambil memantau pergerakan arus dana asing.

“Dalam situasi geopolitik yang panas, kunci bukan sekadar masuk atau keluar pasar, melainkan kemampuan membaca rotasi sektor dan menjaga risiko agar tetap terkendali,” tutup Hendra.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia