Harga Emas Bakal Cetak Rekor Usai Serangan AS dan Israel ke Iran
JAKARTA, investor.id – Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran memicu lonjakan ketidakpastian di pasar global. Investor pun mulai mencari aset lindung nilai (safe haven), dengan emas menjadi tujuan utama.
Dikutip dari Reuters, sejumlah analis dan pelaku pasar memperkirakan harga emas berpotensi melonjak tajam pada awal perdagangan pekan ini, meski pergerakannya diperkirakan tetap volatil.
Harga emas ditutup melonjak 1,75% di level US$ 5.277,9 per ons troi pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Sedangkan rekor tertinggi (all time high/ATH) harga emas berada di level US$ 5.595,46 per troi ons yang dicetak pada 29 Januari 2026.
Analis di Marex Edward Meir mengatakan, pasar komoditas, termasuk emas dan minyak, kemungkinan akan mencatat lonjakan spontan (knee jerk spike) sebagai respons awal atas eskalasi konflik yang dinilai tidak terduga dari sisi skala dan cakupannya.
“Saya kira harga emas bisa dibuka melonjak sekitar US$ 200 per ons, tetapi kemudian bergerak turun secara bertahap sepanjang hari,” ujarnya.
Menurut dia, pasar pada akhirnya akan lebih fokus pada dampak konflik terhadap pasokan minyak global. Jika gangguan distribusi energi tidak signifikan, reli awal emas berpotensi mereda.
Trader logam mulia di InProved Hugo Pascal mengungkapkan, perdagangan emas dalam bentuk token (tokenised gold) sudah menunjukkan lonjakan selama akhir pekan, saat bursa konvensional tutup.
PAX Gold (PAXG) tercatat naik 2,2% menjadi US$5.344 per ons, sementara Tether Gold (XAUt) menguat 1,2% ke level US$5.292 per ons.
Pascal menilai, premi harga akhir pekan sering kali melebih-lebihkan selisih awal saat pasar buka, tetapi umumnya mencerminkan arah pergerakan yang sebenarnya.
Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer memperkirakan, permintaan emas akan meningkat signifikan saat pasar dibuka pada Senin (2/3/2026).
“Dengan risiko konflik yang bisa berlangsung lama, potensi keterlibatan negara lain, serta kekhawatiran inflasi, emas kemungkinan kembali menjadi aset safe haven utama,” katanya.
Pasar Aset Berisiko Terkoreksi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Tag Terpopuler
Terpopuler





