Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 2 Maret 2026: Melorot
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melorot pada Senin (2/3/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong penguatan dolar AS dan memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini melorot 45 poin (0,27%) ke level Rp 16.832 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,21% ke level 97,82.
Sedangkan pada perdagangan Jumat (27/2/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 34 poin di level Rp 16.793.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, peningkatan ketegangan geopolitik global umumnya memicu pergeseran portofolio investor dari aset berisiko (risk assets) ke aset safe haven seperti dolar AS (USD) dan obligasi pemerintah AS. Kondisi ini membuat arus modal ke emerging markets berpotensi melemah dalam jangka pendek.
"Dampaknya bagi Indonesia umumnya muncul sebagai tekanan arus modal keluar, pelemahan rupiah, dan kenaikan imbal hasil surat berharga negara karena investor meminta kompensasi risiko yang lebih tinggi," kata Josua saat dihubungi B-Universe, dikutip pada Senin (2/3/2026).
Baca Juga:
Meneropong Pergerakan Rupiah Pekan DepanJosua menjelaskan, pada fase awal eskalasi, pelemahan rupiah biasanya masih terbatas apabila pelaku pasar menilai konflik bersifat temporer dan tidak meluas. Namun tekanan dapat meningkat signifikan jika konflik berlarut-larut atau memicu gangguan serius pada rantai pasok energi global.
Ketegangan yang mendorong penguatan dolar AS secara luas dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS juga dapat mengurangi daya tarik aset keuangan domestik. Selisih imbal hasil (yield spread) yang menyempit serta meningkatnya premi risiko membuat investor global cenderung melakukan penyesuaian portofolio.
"Tekanan dapat membesar bila konflik berlarut atau meluas dan mendorong penguatan dolar serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS," jelasnya.
Eskalasi Geopolitikal Global
Menurut Josua, pemerintah perlu memprioritaskan stabilitas energi dan makroekonomi melalui penguatan stabilitas rupiah dalam merespons eskalasi konflik geopolitik global. Langkah jangka pendek yang krusial adalah memastikan ketersediaan pasokan energi sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan daya beli masyarakat.
Di saat yang sama, pemerintah juga perlu mengantisipasi kenaikan inflasi impor akibat lonjakan harga energi dan biaya logistik global. “Penataan belanja subsidi juga harus lebih tepat sasaran agar kelompok rentan tetap terlindungi, tanpa mengorbankan kredibilitas fiskal,” sambungnya.
Selain aspek makro, Josua menambahkan, ketahanan rantai pasok juga menjadi perhatian. Diversifikasi mitra dagang dinilai relevan, namun yang lebih mendesak adalah diversifikasi sumber pasokan energi dan bahan baku strategis. Menurutnya, upaya ini penting untuk meminimalkan dampak jika terjadi gangguan distribusi di jalur logistik utama dunia.
Penguatan ketahanan logistik dapat dilakukan melalui pengamanan rute dan kontrak pengapalan, penambahan cadangan operasional, serta penyesuaian manajemen persediaan pada sektor-sektor yang paling rentan terhadap gangguan pasokan.
Dalam jangka menengah, Josua menekankan pentingnya percepatan pengurangan ketergantungan pada impor energi. Langkah tersebut dapat ditempuh melalui peningkatan efisiensi energi, perluasan penggunaan bahan bakar nabati, serta akselerasi pengembangan energi terbarukan guna memperkuat ketahanan struktural perekonomian.
Di sisi lain, diplomasi ekonomi melalui forum multilateral dan kerja sama kawasan juga berperan penting dalam menjaga kelancaran arus perdagangan global sekaligus menekan potensi eskalasi yang lebih luas.
"Diplomasi ekonomi melalui forum multilateral dan kerja sama kawasan dapat membantu menjaga kelancaran perdagangan dan menekan eskalasi," tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran
Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan
Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.Banjir Setinggi 30-80 cm Rendam Sejumlah Wilayah di Tangerang Selatan
Hujan deras yang mengguyur sejak pagi membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.PTPP Perkuat Fundamental Keuangan melalui Langkah Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence
PTPP memperkuat langkah transformasi bisnis dan fondasi keuangan Perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan.Tag Terpopuler
Terpopuler






