Saham BBRI Anjlok Gara-gara Ini
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI kembali memerah pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Di sekitar pukul 14.43 WIB, saham BBRI minus 0,79% ke Rp 3.790.
Sudah sebanyak 71,55 juta saham BRI diperdagangkan, frekuensi 24.711 kali, dan nilai transaksi Rp 272,57 miliar.
Saham Bank Rakyat Indonesia kembali memerah karena tekanan jual. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBRI membukukan net sell Rp 92,3 miliar.
Per akhir sesi I perdagangan hari ini, saham BRI juga mencetak net sell asing dari segi volume sejumlah 24.727.100 saham.
Saham BBRI selalu memerah sejak perdagangan 26 Februari 2026. Dalam satu pekan terakhir, saham ini melemah sekitar 1,8%.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI mengumumkan rencana penyelenggaraan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang akan digelar pada Jumat, 10 April 2026.
“Pemanggilan rapat akan dilakukan paling kurang melalui situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Bursa Efek Indonesia (Bursa), dan perseroan pada hari Jumat, 13 Maret 2026,” jelas direksi BBRI dalam pengumumannya dikutip Sabtu (28/2/2026).
Direksi BBRI menambahkan, pemegang Saham yang berhak menghadiri/diwakili dan memberikan suara dalam rapat tersebut, namanya harus tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan dan/atau pada rekening efek di KSEI pada hari Kamis, 12 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.
Mata acara rapatnya sendiri baru akan diungkap detail dalam pemanggilan RUPST. Tapi biasanya, agenda rutin RUPST BBRI adalah persetujuan penggunaan laba bersih, di antaranya untuk dividen.
BRI membuka kemungkinan untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) untuk tahun buku 2025 ke level yang lebih tinggi dibandingkan historisnya, seiring dengan tetap kuatnya permodalan perseroan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






