Sabtu, 4 April 2026

UBS dan Goldman Sachs Kompak Naikkan Proyeksi Harga Minyak

Penulis : Indah Handayani
5 Mar 2026 | 04:48 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi barel minyak hitam dengan panah merah menggambarkan kenaikan harga minyak. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)
Ilustrasi barel minyak hitam dengan panah merah menggambarkan kenaikan harga minyak. (Foto: ANTARA/Shutterstock/pri)

JAKARTA, investor.id – Dua raksasa keuangan global, UBS dan Goldman Sachs, kompak menaikkan proyeksi harga minyak mentah Brent untuk 2026. Revisi ini didorong eskalasi konflik di Timur Tengah serta gangguan arus pasokan melalui Selat Hormuz yang kini nyaris tertutup.

Dikutip dari Reuters, UBS pada Rabu (4/3/2026) menaikkan proyeksi rata-rata harga Brent kuartal I-2026 menjadi US$71 per barel. Proyeksi tersebut mengindikasikan harga bisa berada di kisaran US$80 per barel pada Maret. Untuk keseluruhan 2026, UBS memperkirakan Brent rata-rata di level US$72 per barel, naik US$10 dari estimasi sebelumnya.

Meski demikian, UBS belum mengubah proyeksi untuk tahun-tahun berikutnya, yakni US$ 70 per barel pada 2027 dan US$ 75 per barel pada 2028. Namun, bank tersebut menilai risiko harga cenderung mengarah ke atas (upside risk).

Advertisement

UBS bahkan memperingatkan, serangan terhadap infrastruktur energi regional, seperti fasilitas LNG Qatar, berpotensi mendorong harga Brent menembus US$ 90 per barel. Jika penutupan Selat Hormuz berlangsung lebih lama, harga minyak bisa melampaui US$ 100 per barel.

“De-eskalasi dalam waktu dekat memang bisa mengikis premi risiko. Namun, kecil kemungkinan harga kembali ke level US$ 60 per barel seperti awal tahun,” tulis UBS dalam catatannya.

Pada perdagangan terbaru, Brent berada di kisaran US$82 per barel setelah mencatatkan penutupan tertinggi sejak Januari 2025. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan di kisaran US$ 74–75 per barel, level tertinggi sejak Juni.

Goldman Sachs Lebih Agresif

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 3 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 5 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 5 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia