Prospek Rupiah Terus Dilanda Badai Tekanan
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan Jumat besok, 6 Maret 2026.
Pada perdagangan sore ini, kurs rupiah ditutup melemah 11 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat menguat 10 poin di level Rp 16.903 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.892.
Baca Juga:
Meredam Tekanan Nilai Tukar Rupiah"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.900 - Rp 16.940," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang dibagikan pada Kamis (5/3/2026).
Ibrahim mengungkapkan bahwa prospek rupiah dilemahkan oleh sentimen global yang terus berlanjut seputar konflik di Timur Tengah.
Perang AS-Israel vs Iran di Timur Tengah memanas setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel pada Kamis pagi, menyebabkan jutaan penduduk berlindung saat konflik memasuki hari keenam.
Selain itu, kurs rupiah juga diprediksi kembali melemah akibat sentimen yang luas terkait penutupan Selat Hormuz, yang dapat menghambat distribusi minyak mentah global.
Sebelumnya, analis di bank investasi J.P. Morgan memperkirakan pasokan minyak mentah dari Irak dan Kuwait diprediksi dapat terhenti dalam beberapa hari ke depan, jika Selat Hormuz tetap ditutup dalam jangka panjang.
Bank investasi tersebut memproyeksi terhentinya pasokan dari Irak dan Kuwait berpotensi memangkas ketersediaan minyak mentah hingga 3,3 juta barel per hari (bpd) pada hari kedelapan konflik AS-Israel vs Iran di Timur Tengah.
Dari sisi internal, rupiah diproyeksi melemah setelah Bank Indonesia merespons penilaian lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






