Masih Awal Maret, Saham Sudah Melejit 311%
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan suspensi terhadap saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) mulai Kamis (5/3/2026) sampai pengumuman lebih lanjut. Itu terjadi karena peningkatan harga kumulatif saham IFSH yang signifikan.
“Dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Ifishdeco (IFSH) di pasar reguler dan pasar tunai,” ungkap pengumuman BEI dikutip Jumat (6/3/2026).
Baca Juga:
Saham IFSH dan 2 Lainnya Disuspensi BEISebelum disuspensi, saham IFSH melonjak 25% ke Rp 3.250 pada perdagangan Rabu (4/3/2026). Dalam periode year to date (ytd) alias dari awal Januari sampai awal Maret 2026, saham IFSH ternyata sudah terbang 311,39%.
Adapun berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham IFSH per 28 Februari 2026, salah satu penerima manfaat akhir perseroan adalah Fanni Susilo. Dia merupakan putri dari Harry Susilo pendiri dari Sekar Group.
PT Ifishdeco Tbk (IFSH), emiten di bidang pertambangan nikel membukukan penjualan bersih konsolidasian sebesar Rp 1 triliun pada 2025, meningkat 2,90% dibandingkan Rp 972,71 miliar pada tahun 2024.
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan produksi dan penjualan silica dari entitas anak, PT Hangtian Nur Cahaya.
Di tengah tantangan fluktuasi harga komoditas, biaya produksi yang variatif, serta dinamika
regulasi yang terus berkembang, perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp 291,25 miliar,
turun 3,46% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, IFISHDECO tetap menunjukkan kinerja operasional yang solid dengan laba usaha sebesar Rp 149,31 miliar, atau sedikit menurun 1,53% dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, laba sebelum pajak meningkat signifikan sebesar 7,54% menjadi Rp 154,27 miliar.
Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 106,52 miliar, tumbuh 6,40% dari Rp 100,11 miliar pada tahun sebelumnya. Selain itu, total laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp 107,11 miliar atau tumbuh 6,85% secara tahunan.
Manajemen menegaskan bahwa kinerja tahun 2025 mencerminkan ketahanan perseroan dalam menghadapi kompleksitas fundamental bisnis di tengah dinamika industri nikel yang terus berkembang.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





