Sabtu, 4 April 2026

ITMG Targetkan Volume Penjualan 6,8 Juta Ton Kuartal I, 45% sudah Berkontrak

Penulis : Muawwan Daelami
8 Mar 2026 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Aktivitas operasi Indo Tambangraya Megah. Dok/ITMG
Aktivitas operasi Indo Tambangraya Megah. Dok/ITMG

JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) atau ITM menargetkan volume penjualan batu bara pada kuartal I-2026 sebesar 6,8 juta ton. Angka tersebut mencerminkan sekitar 27,5% dari total volume penjualan yang dicatatkan perseroan pada tahun buku 2025 sebesar 24,7 juta ton.

Dari sisi produksi, ITMG mengincar total volume produksi sebesar 5,1 juta ton pada periode yang berakhir hingga Maret 2026. Jika dibandingkan dengan total produksi batu bara pada tahun buku 2025 yang mencapai 21,2 juta ton, maka target volume produksi ITM tersebut merefleksikan 24,1%.

Menariknya, sebesar 45% (3,06 juta ton) dari target volume penjualan batu bara ITMG pada kuartal I-2026, harganya sudah berkontrak dengan harga tetap (fixed), sehingga tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga batu bara di pasar global.

Advertisement

Sementara sekitar 54% (3,67 juta ton) dari target dijual dengan menggunakan skema harga berbasis indeks pasar dan 1% atau 0,068 juta ton sisanya belum memiliki kontrak penjualan. Saat ini, harga batu bara global dibanderol di US$135,25 per ton, menguat 14,13% atau US$16,75 dalam sepekan terakhir.

Meski demikian, kenaikan harga tersebut masih jauh bila dikomparasikan dengan harga batu bara pada September 2022 yang puncaknya mencapai US$440 per ton. Artinya, harga emas hitam masih terdiskon 69,3% dari harga tertingginya.

Trading Economics mengestimasikan harga batu bara akan berada di level US$135,77 pada akhir kuartal pertama tahun ini dan US$143,22 per ton dalam 12 bulan ke depan. Kenaikan ini menyusul masih memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Asal tahu saja, sepanjang 2025, ITMG mencatatkan total produksi batu bara sebesar 21,2 juta ton, tumbuh 5% dari tahun sebelumnya. Perusahaan juga membukukan kinerja positif pada volume penjualan yang mencapai 24,7 juta ton, meningkat 3%.

Di sisi lain, pendapatan ITMG menurun 18% dari tahun sebelumnya menjadi US$1.881 juta akibat melemahnya harga jual rata-rata (ASP) batu bara perseroan. Laba kotor tercatat sebesar US$483 juta dengan marjin laba kotor 26%, serta laba bersih sebesar US$195 juta.

Berbekal peningkatan efisiensi dan pengendalian biaya secara disiplin, dan meningkatnya akurasi perencanaan tambang, ITMG mempertahankan neraca keuangan tetap sehat. Pada akhir Desember 2025, total aset perseroan tercatat stabil pada angka US$2.406 juta, dengan total ekuitas sebesar US$1.908 juta.

Posisi kas dan setara kas pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar US$808 juta, mewakili 34% dari total aset perusahaan. Adapun, penjualan batu bara ITMG kepada pelanggan terdiri dari berbagai negara termasuk Indonesia (22%), Tiongkok (34%), Jepang (18%), India (9%), Filipina (4%), dan sejumlah negara lain di wilayah Asia Pasifik.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 2 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 2 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 3 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 3 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia