Sabtu, 4 April 2026

Harga Batu Bara Terbang Tinggi, Dipicu Perang Iran 

Penulis : Indah Handayani
28 Mar 2026 | 08:27 WIB
BAGIKAN
Kapal-kapal pengangkut batu bara melintasi Sungai Mahakam, Samarinda pada 18 Februari 2025. (Foto: Antara/ M Risyal Hidayat)
Kapal-kapal pengangkut batu bara melintasi Sungai Mahakam, Samarinda pada 18 Februari 2025. (Foto: Antara/ M Risyal Hidayat)

JAKARTA, investor.idHarga batu bara terbang tinggi pada Jumat (27/3/2026), mendekati posisi tertinggi sejak Oktober 2024. Lonjakan ini dipicu ketidakpastian upaya diplomatik mengakhiri perang Iran yang membuat premi risiko energi tetap tinggi serta mendorong peningkatan permintaan batu bara di tengah gangguan pasokan minyak dan gas global.

Harga batu bara Newcastle untuk Maret 2026 naik US$ 0,5 ke level US$ 135,6 per ton. Sedangkan April 2026 melonjak US$ 1,85 menjadi US$ 143,85 per ton. Sementara itu, Mei 2026 melejit US$ 2,35 menjadi US$ 148,25 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Maret 2026 jatuh US$ 1,6 menjadi US$ 119,55 per ton. Sedangkan, April 2026 melemah US$ 0,1 menjadi US$ 122,75 per ton. Sedangkan pada Mei 2026 naik US$ 0,25 menjadi US$ 128,55 per ton.

Advertisement

Dikutip dari TradingView, harga batu bara menguat di atas US$ 140 per ton pada Jumat, mendekati level tertinggi sejak Oktober 2024. Kenaikan ini terjadi seiring ketidakpastian upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Iran yang masih mempertahankan premi risiko pada harga energi.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperpanjang tenggat waktu serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari guna membuka ruang negosiasi. Meski demikian, Pentagon dilaporkan tengah mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 tambahan pasukan darat ke Timur Tengah.

Harga batu bara telah melonjak lebih dari 20% sejak perang Iran dimulai. Gangguan berkepanjangan terhadap pasokan minyak dan gas global memaksa pembangkit listrik di negara-negara besar untuk lebih bergantung pada batu bara.

Jepang juga bergabung dengan sejumlah negara lain yang berencana meningkatkan penggunaan pembangkit listrik berbasis batu bara untuk mengatasi guncangan energi akibat konflik di Timur Tengah.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 7 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 33 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 36 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia