Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Sepekan ke Depan Bisa Tembus Level Ini

Penulis : Erta Darwati
8 Mar 2026 | 17:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi emas. (Istimewa)
Ilustrasi investasi emas. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia diprediksi bergerak di kisaran US$ 4.959 per troy ons hingga US$ 5.395 per troy ons dalam sepekan ke depan.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas dunia pada Sabtu ditutup di level US$ 5.171 per troy ons.

“Jika naik, resistance pertama di US$ 5.229. Kalau turun, support pertama di US$ 5.095,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Advertisement

Menurut Ibrahim, untuk sepekan ke depan, jika harga emas turun, support kedua di US$ 4.959. Kalau naik, resistance kedua di US$ 5.395.

Dia menjelaskan penyebab harga emas dunia naik. Pertama adalah karena faktor geopolitik. Kedua terkait dengan perpolitikan Amerika dan ketiga adalah faktor perang dagang, serta yang keempat karena kebijakan Bank Sentral Amerika.

Perang antara Iran dan Amerika serta Israel terus terjadi cukup signifikan. Hal ini membuat dolar mengalami penguatan, di samping itu harga emas dunia dan logam mulia juga dijadikan sebagai safe haven. Di sisi lain, terjadi kenaikan harga minyak mentah.

Adapun yang menyebabkan harga minyak karena adanya penutupan Selat Hormuz yang dilakukan oleh Iran.

Kemudian yang kedua dari segi perpolitikan Amerika, bersamaan dengan perang yang terjadi di Timur Tengah juga tanpa diskusi dulu dengan Kongres. Kemudian, Kongres juga membuat satu peraturan undang-undang untuk membatasi presiden dalam masalah perang.

Selanjutnya, masalah perang dagang, yakni negara-negara sekutu Amerika yang tidak membantu seperti Spanyol dan Inggris kemungkinan besar akan dikenakan perang tarif yang cukup besar walaupun sebenarnya masalah perang tarif ini dikatakan ilegal oleh Mahkamah Agung, tetapi Trump juga masih terus menerapkan. 

Apalagi pada pekan ini juga sudah berlaku aturan 15% untuk perang dagang dengan negara-negara mitra kerjanya.

Kemudian, kebijakan Bank Sentral melihat bahwa hari Jumat lalu, data tenaga kerja terus mengalami penurunan kemudian pengangguran pun juga bertambah. 

Ada kemungkinan besar kebijakan Bank Sentral Amerika pada tahun 2026 ini akan kembali merenungkan suku bunga 35 basis point. Pemerintahan Powell kemungkinan besar akan merenungkan 35 basis point dalam tahun 2026.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 2 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 3 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 4 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 4 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia