Efek China ke Saham RI
JAKARTA, investor.id - BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam ulasannya untuk perdagangan pekan ini (9-13 Maret 2026) menyebutkan China menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,5%–5%, sedikit lebih rendah dari sekitar 5% tahun lalu.
“Target yang lebih moderat ini memberi ruang bagi pemerintah untuk melakukan reformasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada ekspor setelah mencatat surplus perdagangan rekor pada 2025,” kata BRIDS.
Di saat yang sama, lanjut BRIDS, Beijing tetap fokus mendorong investasi di sektor teknologi tinggi seperti AI, semikonduktor, dan komputasi, sebagai bagian dari strategi membangun model ekonomi baru yang lebih berbasis inovasi.
Bagi Indonesia, menurut BRIDS, perlambatan pertumbuhan China perlu dicermati karena China merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, khususnya untuk komoditas seperti batu bara, nikel, dan CPO.
Jika permintaan China melambat, sambung BRIDS, hal ini berpotensi menekan harga komoditas dan dapat memengaruhi pergerakan saham berbasis komoditas di IHSG, meskipun di sisi lain peningkatan investasi teknologi China tetap dapat membuka peluang pada sektor hilirisasi dan rantai pasok industri di kawasan Asia.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






