Minggu, 5 April 2026

Penyebab Rupiah Ambrol ke Rp 17.000

Penulis : Natasha Khairunisa
9 Mar 2026 | 10:31 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar AS
Sumber; Ist
Ilustrasi nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar AS Sumber; Ist

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) kembali melemah di awal pekan dan telah menyentuh level Rp 17.000 terhadap dolar AS (USD).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.02 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini jeblok 85 poin (0,5%) ke level Rp 17.010 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,7% ke level 99,67.

Sedangkan pada perdagangan Jumat (6/3/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 20 poin di level Rp 16.925.

ADVERTISEMENT

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah yang terus berlanjut didorong oleh beberapa faktor eksternal, salah satunya seputar perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang telah berlangsung selama seminggu.

Rupiah pekan ini juga semakin melemah setelah AS dan Iran mengeluarkan sinyal kemungkinan terjadinya serangan darat atara militer kedua negara. 

Sebelumnya, ketegangan juga meningkat menyusul berita pemilihan pemimpin baru Iran pengganti Ayatollah Ali Khamenei, yakni Muqtaba Khomeini. 

"Ketegangan di Timur Tengah yang melonjak tinggi juga menyebabkan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi minyak dari kilang-kilang Uni Emirat Arab, Irak, dan Arab Saudi. Terjadinya pengurangi produksi mendorong lonjakan tinggi harga minyak mentah dunia yang kemungkinan besar akan mencapai level US$ 200 per barel apabila dalam jangka waktu satu bulan belum ada penyelesaian tentang krisis," ungkap Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Ibrahim menyoroti, kenaikan harga minyak ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi, berkaca dari krisis tahun 2008 saat konflik antara AS dengan Irak memicu gangguan pada distribusi minyak.

Kenaikan inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak dikhawatirkan ikut berdampak terhadap pergerakan rupiah. Harga minyak sendiri telah melampaui level US$ 100 per barel.

"Artinya apa? memperluas kemungkinan pemerintah mengalami deficit anggaran 3,6%," Ibrahim menyebutkan.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 3 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 3 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 6 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia