Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Jatuh 1% Lebih, Pasar Tunggu Data Penting AS

Penulis : Indah Handayani
9 Mar 2026 | 10:58 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.id - Harga emas dunia jatuh 1% lebih pada perdagangan Senin (9/3/2026). Pelemahan ini diperkirakan akan berlanjut seiring menguatnya Dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya kekhawatiran inflasi global.

Harga emas hari ini terlihat jatuh 1,55% ke level US$ 5.091,23 per ons troi saat berita ditulis, setelah sebelumnya sempat menguat pada akhir pekan lalu.

Analis Dupoin Futures Andy Nugraha mengatakan, tekanan terhadap logam mulia masih cukup kuat seiring dengan penguatan mata uang dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Berdasarkan analisis teknikal, pergerakan emas saat ini masih menunjukkan kecenderungan bearish dalam timeframe H1.

Advertisement

Menurut Andy, kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. “Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum penurunan masih berpotensi berlanjut apabila tidak terdapat katalis kuat yang mampu mendorong harga emas kembali menguat dalam waktu dekat,” ungkap Andy dalam risetnya, Senin (9/3/2026).

Dari sisi fundamental, Andy memaparkan, pasar saat ini juga tengah mencermati berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi arah pergerakan emas. Salah satunya adalah lonjakan harga minyak mentah yang memicu kekhawatiran inflasi di AS.

“Kenaikan inflasi berpotensi membuat The Fed mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama,” tambah Andy.

Menurut Andy, kebijakan suku bunga tinggi biasanya menjadi faktor negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbunga. Oleh karena itu, investor cenderung beralih ke aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan pada Rabu (11/3/2026). Data tersebut akan menjadi indikator penting untuk mengukur arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Saat ini, Andy memaparkan, banyak ekonom memperkirakan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 17–18 Maret mendatang. Bahkan sebagian analis memprediksi bahwa pemangkasan suku bunga baru berpotensi terjadi pada pertengahan tahun 2026, sekitar bulan Juni atau Juli.

Data Ketenagakerjaan AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 3 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 3 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 4 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 4 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.
International 4 jam yang lalu

Astronot Artemis II Bingkai Keindahan Bumi yang Menakjubkan

Astronot Artemis II bagikan foto Bumi yang menakjubkan dari angkasa. Perjalanan manusia pertama menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia