Rupiah Punya Kekuatan Hadapi Sentimen Beruntun
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diproyeksi mempertahankan penguatan pada perdagangan Rabu besok, 11 Maret 2026.
Pada perdagangan Selasa sore (10/3/2026), kurs rupiah ditutup menguat 87 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat menguat 95 poin di level Rp 16.862 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.925.
"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.820 - Rp 16.870," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang dibagikan pada Selasa (10/3/2026).
Ibrahim memaparkan, rupiah diproyeksi kembali seiring munculnya sinyal menurunkan ketegangan konflik di Timur Tengah. Hal itu ditandai dengan komunikasi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden AS Donald Trump terakit penyelesaian perang di Iran.
Senada, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengatakan berencana menentukan akhir perang.
"Namun, harga tetap berada di bawah tekanan karena Trump mempertimbangkan untuk melonggarkan sanksi minyak terhadap Rusia dan melepaskan cadangan minyak mentah darurat sebagai bagian dari serangkaian opsi yang bertujuan untuk menekan lonjakan harga minyak global, menurut beberapa sumber," kata Ibrahim.
Kondisi tersebut diperkirakan akan mempengaruhi arah rupiah ke depan.
Namun, rupiah juga dibayangi sentimen terkait cadangan devisa Indonesia yang semakin tergerus, terutama imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Posisi cadangan devisa Indonesia pada Februari 2026 sudah semakin menipis, hingga tersisa US$ 151,9 miliar. Jumlah itu kian susut, dari posisi awal pada Januari 2026 sebesar US$ 154,6 miliar.
Baca Juga:
Penyebab Rupiah Ambrol ke Rp 17.000Bank Indonesia (BI) mengakui cadangan devisa menyusut akibat langkah intervensi moneter yang dilakukan ketika deretan sentimen sejak awal tahun menekan rupiah.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






