Sabtu, 4 April 2026

Rupiah Punya Kekuatan Hadapi Sentimen Beruntun

Penulis : Natasha Khairunisa
10 Mar 2026 | 17:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diproyeksi mempertahankan penguatan pada perdagangan Rabu besok, 11 Maret 2026.

Pada perdagangan Selasa sore (10/3/2026), kurs rupiah ditutup menguat 87 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat menguat 95 poin di level Rp 16.862 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.925.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang  Rp 16.820 - Rp 16.870," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis yang dibagikan pada Selasa (10/3/2026).

Advertisement

Ibrahim memaparkan, rupiah diproyeksi kembali seiring munculnya sinyal menurunkan ketegangan konflik di Timur Tengah. Hal itu ditandai dengan komunikasi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden AS Donald Trump terakit penyelesaian perang di Iran. 

Senada, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengatakan berencana menentukan akhir perang.

"Namun, harga tetap berada di bawah tekanan karena Trump mempertimbangkan untuk melonggarkan sanksi minyak terhadap Rusia dan melepaskan cadangan minyak mentah darurat sebagai bagian dari serangkaian opsi yang bertujuan untuk menekan lonjakan harga minyak global, menurut beberapa sumber," kata Ibrahim.

Kondisi tersebut diperkirakan akan mempengaruhi arah rupiah ke depan.

Namun, rupiah juga dibayangi sentimen terkait cadangan devisa Indonesia yang semakin tergerus, terutama imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Posisi cadangan devisa Indonesia pada Februari 2026 sudah semakin menipis, hingga tersisa US$ 151,9 miliar. Jumlah itu kian susut, dari posisi awal pada Januari 2026 sebesar US$ 154,6 miliar.  

Bank Indonesia (BI) mengakui cadangan devisa menyusut akibat langkah intervensi moneter yang dilakukan ketika deretan sentimen sejak awal tahun menekan rupiah.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 15 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 3 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 5 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 5 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia