Info Dividen Emiten Jagoan Lo Kheng Hong
JAKARTA, investor.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, salah satu emiten portofolio Lo Kheng Hong, mengungkap rencana dividen tahun buku 2025 yang akan dibagikan pada tahun ini.
Hal itu disampaikan dalam PGAS Earnings Call 2025 pada Senin (9/3/2026). “Dividend payout ratio dijaga sekitar 80%, berbasis laba setelah impairment,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin dalam catatannya, yang dikutip pada Rabu (11/3/2026).
Baca Juga:
Lo Kheng Hong Punya Saham SRILMenurut Melvin, manajemen PGAS menegaskan bahwa dividend payout ratio dalam 2 tahun terakhir berada di atas 80%. “Manajemen akan berusaha menjaga level tersebut pada 2026,” sebut dia.
Meski laba bersih turun, manajemen PGAS menekankan bahwa kemampuan perseroan untuk membayar dividen tetap kuat, dengan operating cash flow sebesar US$ 657,1 juta dan posisi kas US$ 1,3 miliar.
“Manajemen menegaskan bahwa basis perhitungan dividen mengacu pada UU Perseroan Terbatas, yang mengharuskan penggunaan laba bersih setelah impairment (bukan normalized profit) sebagai dasar perhitungan,” ungkap Melvin.
Sepanjang 2025, PGN (PGAS) membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 215,36 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun.
Laba bersih tersebut susut lebih dari Rp 1 triliun dari perolehan tahun sebelumnya, yakni tahun 2024, yang mencapai US$ 339,42 juta atau sekitar Rp 5,4 triliun.
Padahal, dari sisi pendapatan, emiten berkode saham PGAS tersebut mencatatkan kenaikan dari US$ 3,78 miliar menjadi US$ 3,97 miliar.
Penurunan tajam laba bersih PGAS terutama disebabkan oleh penurunan nilai aset (impairment) pada properti minyak dan gas sebesar US$ 99,5 juta.
“Penyesuaian ini bersifat non-cash dan tidak berdampak pada arus kas operasional maupun keberlangsungan usaha. Kinerja operasional dan arus kas PGN tetap solid, meskipun terdapat penyesuaian nilai aset,” kata Sekretaris Perusahaan PGN (PGAS), Fajriyah Usman dalam keterangannya.
Divestasi Saka Energi hingga Dampak Geopolitik
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






