Sabtu, 4 April 2026

Info Dividen Emiten Jagoan Lo Kheng Hong

Penulis : Jauhari Mahardhika
11 Mar 2026 | 04:16 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas milik PGN (PGAS). (Foto: PGN)
Salah satu fasilitas milik PGN (PGAS). (Foto: PGN)

JAKARTA, investor.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, salah satu emiten portofolio Lo Kheng Hong, mengungkap rencana dividen tahun buku 2025 yang akan dibagikan pada tahun ini.

Hal itu disampaikan dalam PGAS Earnings Call 2025 pada Senin (9/3/2026). “Dividend payout ratio dijaga sekitar 80%, berbasis laba setelah impairment,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin dalam catatannya, yang dikutip pada Rabu (11/3/2026).

Menurut Melvin, manajemen PGAS menegaskan bahwa dividend payout ratio dalam 2 tahun terakhir berada di atas 80%. “Manajemen akan berusaha menjaga level tersebut pada 2026,” sebut dia.

Advertisement

Meski laba bersih turun, manajemen PGAS menekankan bahwa kemampuan perseroan untuk membayar dividen tetap kuat, dengan operating cash flow sebesar US$ 657,1 juta dan posisi kas US$ 1,3 miliar.

“Manajemen menegaskan bahwa basis perhitungan dividen mengacu pada UU Perseroan Terbatas, yang mengharuskan penggunaan laba bersih setelah impairment (bukan normalized profit) sebagai dasar perhitungan,” ungkap Melvin.

Sepanjang 2025, PGN (PGAS) membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 215,36 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun.

Laba bersih tersebut susut lebih dari Rp 1 triliun dari perolehan tahun sebelumnya, yakni tahun 2024, yang mencapai US$ 339,42 juta atau sekitar Rp 5,4 triliun.

Padahal, dari sisi pendapatan, emiten berkode saham PGAS tersebut mencatatkan kenaikan dari US$ 3,78 miliar menjadi US$ 3,97 miliar.

Penurunan tajam laba bersih PGAS terutama disebabkan oleh penurunan nilai aset (impairment) pada properti minyak dan gas sebesar US$ 99,5 juta.

“Penyesuaian ini bersifat non-cash dan tidak berdampak pada arus kas operasional maupun keberlangsungan usaha. Kinerja operasional dan arus kas PGN tetap solid, meskipun terdapat penyesuaian nilai aset,” kata Sekretaris Perusahaan PGN (PGAS), Fajriyah Usman dalam keterangannya.

Divestasi Saka Energi hingga Dampak Geopolitik 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 16 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 3 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 5 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 5 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia