Saham BUMI Anjlok Gara-gara Ini
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tertekan pada sesi I perdagangan Rabu (11/3/2026). Di sekitar pukul 11.11 WIB, saham ini anjlok 3,33% ke Rp 232.
Sudah sebanyak 1,43 miliar saham Bumi Resources diperdagangkan, frekuensi 31.501 kali, dan nilai transaksi Rp 337,89 miliar.
Baca Juga:
BUMI Ungkap Laporan, Ada yang MelonjakSaham berkode BUMI tertekan gara-gara aksi jual. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini membukukan net sell Rp 162,9 miliar, tertinggi di antara saham-saham net sell lainnya.
Saham Bumi Resources berbalik arah usai pada perdagangan Selasa kemarin melonjak 9,09%.
CGS International Sekuritas Indonesia dalam catatannya untuk perdagangan Rabu (11/3/2026), target terdekat saham BUMI di harga Rp 244-Rp 248.
Baca Juga:
Saham BUMI Siap-siap Tembus ke SiniSecara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia menyatakan harga saham BUMI memiliki area support di Rp 224-Rp 232.
Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengungkap laporan bulanan registrasi pemegang efek perseroan per 27 Februari 2026.
Dari laporan tersebut terungkap bahwa jumlah pemegang saham Bumi Resources (BUMI) melonjak menjadi 586.931 pihak. Angka tersebut meningkat 36.125 pihak dari bulan sebelumnya yang berjumlah 550.806 pemegang saham.
Dua nama jadi pemilik manfaat akhir dari Bumi Resources, yakni Nirwan Dermawan Bakrie dan Anthoni Salim.
Adapun Mach Energy (Hongkong) merupakan pengendali Bumi Resources dengan penguasaan 45,78% saham. Jumlah saham free float emiten batu bara ini mencapai 41,32%.
Saham Bumi Resources sendiri ditutup melompat 9,09% ke Rp 240 pada akhir perdagangan Selasa (10/3/2026). Saham berkode BUMI diborong oleh investor domestik.
Broker Semesta Indovest mencatatkan net buy di saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini untuk investor domestik sebesar Rp 69 miliar. Selain itu, ada BRI Danareksa Sekuritas yang juga net buy untuk investor domestik di BUMI Rp 49,7 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






