Sabtu, 4 April 2026

Harga Emas Kembali Menguat, Level Ini Jadi Target Berikutnya

Penulis : Indah Handayani
11 Mar 2026 | 11:53 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

JAKARTA, investor.idHarga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (11/3/2026), setelah kemarin ditutup melesat. Penguatan ini diprediksi masih akan berlanjut, seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Harga emas hari ini terlihat menguat 0,2% ke level U$S 5.203,54 per ons troi saat berita ditulis.

Analis Dupoin Futures Andy Nugraha menyebutkan, pergerakan harga emas masih berada dalam tren bullish pada timeframe H1. “Sinyal tersebut didukung oleh kombinasi pola candlestick dan indikator moving average yang menunjukkan momentum kenaikan masih cukup kuat dalam jangka pendek,” tulis Andy dalam risetnya, Rabu (11/3/2026).

Advertisement

Secara historis, pergerakan emas sering kali berkorelasi terbalik dengan dolar AS. Ketika dolar melemah, harga emas cenderung menguat karena logam mulia tersebut menjadi lebih menarik bagi investor global.

Menurut Andy, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi dari Amerika Serikat. Data penjualan rumah yang sudah ada atau Existing Home Sales pada Februari menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami kontraksi 5,9% pada Januari.

Penjualan rumah tercatat naik 1,7%, menandakan aktivitas sektor properti mulai membaik. Sementara itu, data ketenagakerjaan dari ADP Employment Change rata-rata empat minggu juga meningkat menjadi 15,5 ribu dari sebelumnya 12,8 ribu.

“Meski data ekonomi relatif positif, pelemahan dolar tetap memberikan dorongan bagi harga emas,” tegasnya.

Andy menambahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer AS di Iran kemungkinan akan segera berakhir, meskipun belum ada kepastian mengenai waktu penghentian serangan tersebut.

“Pernyataan itu sempat menekan harga minyak dan meredakan sebagian kekhawatiran inflasi global, yang pada akhirnya turut menopang pergerakan harga emas,” paparnya.

Pasar Dibayangi Ketidakpastian

Namun, Andy menegaskan, ketidakpastian masih membayangi pasar. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan bahwa Iran dapat mempertimbangkan langkah untuk memblokir ekspor minyak regional jika serangan dari AS dan Israel terus berlanjut.

Di sisi lain, pemerintah AS juga memberikan peringatan bahwa gangguan terhadap aliran minyak melalui Strait of Hormuz dapat memicu respons militer lebih lanjut. “Situasi tersebut berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset lindung nilai seperti emas,” tambahnya.

Dari sisi teknikal, Andy menilai, tren bullish masih mendominasi pergerakan emas. Jika tekanan beli berlanjut, harga emas berpotensi menguji area resistance di sekitar level US$ 5.231 per ons troi. “Namun apabila terjadi koreksi, pelaku pasar perlu mencermati area support terdekat di kisaran US$ 5.126 pe ons troi,” ucapnya.

Dengan kombinasi pelemahan dolar, ketidakpastian geopolitik, serta sinyal teknikal yang masih positif, Andy menyebut, harga emas diperkirakan berpeluang mempertahankan tren penguatan dalam jangka pendek. “Meski demikian, investor tetap mencermati rilis data inflasi AS yang dapat memicu volatilitas di pasar komoditas global,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 16 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 3 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.
International 5 jam yang lalu

Israel Gempur Beirut: Markas Hizbullah dan Jembatan Sungai Litani Hancur

Israel gempur Beirut dan hancurkan jembatan strategis di Sungai Litani. 1.300 orang tewas dalam sebulan, pasukan UNIFIL kembali jadi korban.
International 5 jam yang lalu

Gedung Big Tech AS Oracle Rusak Akibat Rudal Iran

Gedung Big Tech AS Oracle Dubai rusak akibat serpihan rudal Iran. 4 warga Bahrain terluka saat serangan udara kian meluas di kawasan Teluk.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia