Sabtu, 4 April 2026

GOTO Siap Terus Terang, Saham Bisa ke Sini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Mar 2026 | 12:05 WIB
BAGIKAN
GOTO. Ist
GOTO. Ist

JAKARTA, investor.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana buka-bukaan dengan mengumumkan kinerja untuk kuartal keempat dan tahun buku 2025 pada hari ini Rabu (11/3/2026).

Itu dilakukan setelah publikasi dari laporan keuangan konsolidasian perseroan pada tanggal dan untuk periode tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 yang telah diaudit, yang disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia. Yang biasanya disampaikan pada sore hari.

Manajemen GOTO akan menyelenggarakan conference call untuk membahas kinerja kuartal keempat tahun 2025 dan tahun buku 2025 pada tanggal 11 Maret 2026 pukul 19:00 Waktu Indonesia Barat (atau 11 Maret 2026 pukul 08:00 Waktu Amerika Serikat bagian Timur). “Paparan ini akan sepenuhnya dilakukan dalam bahasa Inggris,” sebut manajemen GOTO dalam keterangan resmi.

Advertisement

Sementara itu, saham GOTO diparkir naik 1,82% ke Rp 56 pada akhir sesi I perdagangan Rabu ini. Sejumlah 1,10 miliar saham diperdagangkan, frekuensi 5.359 kali, dan nilai transaksi Rp 61,38 miliar.

Sebelumnya diberitakan, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan menjadikan bisnis fintech sebagai mesin uang baru untuk berdampingan dengan layanan on demand services (ODS). Ini akan menjadi amunisi Goto mencetak laba bersih dan penguatan harga saham yang diganjar target harga tinggi.  

Berdasarkan riset Macquarie, dari pembicaraan dengan dengan CEO baru Goto Hans Patuwo, CFO Simon Ho, dan Head of Investor Relations Joel Ellis, raksasa teknologi itu kini fokus pada peningkatan laba bersih.

“Ke depan, Goto menargetkan laba bersih positif, bukan hanya EBITDA. Katalis berikutnya saham Goto adalah laporan keuangan 2025 dan panduan kinerja 2026 pada 11 Maret,” tulis Macquarie dalam riset, dikutip Senin (2/3/2026).

Hans, tulis Macquarie, meyakini fintech akan menjadi mesin pertumbuhan utama Goto. Pertumbuhannya diprediksi lebih kuat dari ODS. Dalam jangka menengah, Goto menargetkan porsi fintech dan ODS mencapai 50% dan 50% dalam 2-3 tahun ke depan.  

Alasannya, demikian Macquarie, penetrasi bisnis pembiayaan di Indonesia masih rendah. Artinya, ruang pertumbuhan masih sangat besar.

Laba dan Target Harga

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 1 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 26 menit yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 3 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 4 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
National 4 jam yang lalu

Gelar Munas, Hipmi Perkuat Peran Pengusaha Muda Hadapi Tekanan Global

Hipmi gelar Munas 2026 untuk memperkuat kontribusi pengusaha muda dalam perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia