Harga Perak Tergerus Imbas Tekanan Profit Taking
JAKARTA, investor.id - Harga perak kembali melemah pada hari Rabu, 11 Maret 2026.
Dipantau dari laman Kitco, Kamis (12/3/2026) harga perak merosot 1,23% ke level US$ 84,57 per troy ons pada Rabu (11/3) waktu AS.
Harga perak bulan Mei juga menurun hingga US $ 4,172 menjadi US$ 85,445 per troy ons.
Analis komoditas senior di Kitco Metals, Jim Wyckoff mengungkapkan bahwa harga perak menurun karena tekanan aksi ambil untung dari para pedagang berjangka dalam jangka pendek.
"Indeks dolar AS yang lebih kuat hari ini juga merupakan elemen pasar eksternal negatif bagi logam tersebut," ungkap Wyckoff.
Baca Juga:
Harga Perak Kembali Melejit ke Level IniPenurunan logam putih itu juga terjadi menyusul laporan laporan indeks harga konsumen AS yang sesuai dengan ekspektasi pasar dan tidak berdampak signifikan. Inflasi AS di Februari 2026 naik 0,3% secara bulanan dan naik 2,4% secara tahunan.
Inflasi inti AS juga naik 0,2% secara bulanan dan naik 2,5% secara tahunan.
Meski kembali melemah, Wyckoff mengatakan, para pelaku pasar masih optimistis terhadap harga perak berjangka pada bulan Mei di resistensi US$ 95,86 per troy ons.
Wykoff juga melihat resistensi pertama harga perak spot di US$ 92,50 per troy ons. Namun, ia juga mengantisipasi koreksi lebih lanjut pada harga perak di support pertama US$ 84,00 dan kemudian di US$ 82,00 per troy ons.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






