Minggu, 5 April 2026

Ramadan Bikin Pasar Sepi? Ini Fakta yang Sering Disalahpahami Trader

Penulis : Indah Handayani
13 Mar 2026 | 15:08 WIB
BAGIKAN
JustMarkets
Sumber; Ist
JustMarkets Sumber; Ist

JAKARTA, investor.id – Banyak trader retail beranggapan bahwa bulan Ramadan identik dengan pasar keuangan yang sepi dan peluang trading yang menurun. Namun, anggapan tersebut dinilai kurang tepat.

Ramadan tidak membuat pasar berhenti bergerak, melainkan hanya mengubah pola partisipasi sebagian pelaku pasar. Aktivitas perdagangan global tetap berlangsung karena pusat keuangan dunia seperti London, New York, dan Tokyo tidak terpengaruh langsung oleh Ramadan.

Dalam keterangannya, JustMarkets menyebut, faktor utama penggerak pasar seperti kebijakan bank sentral, inflasi, serta perkembangan geopolitik tetap memengaruhi pergerakan berbagai instrumen keuangan, mulai dari pasangan mata uang, emas, hingga indeks global.

ADVERTISEMENT

“Perubahan yang biasanya terjadi selama Ramadan berkaitan dengan pola likuiditas pasar, terutama di kawasan dengan mayoritas penduduk Muslim. Aktivitas trading cenderung lebih rendah pada siang hari dan meningkat kembali setelah waktu berbuka puasa,” tulis JustMarkets dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Kondisi ini dapat memicu beberapa dinamika pasar, seperti jendela partisipasi yang lebih sempit, pergerakan harga yang lebih lambat pada periode tertentu, hingga lonjakan volatilitas saat likuiditas kembali meningkat.

Platform trading seperti JustMarkets menilai pemahaman terhadap siklus likuiditas lebih penting dibanding sekadar menganggap pasar akan sepi selama Ramadan. Salah satu kesalahan yang kerap terjadi selama Ramadan adalah menurunnya disiplin trading karena asumsi bahwa pasar tidak akan bergerak signifikan.

“Hal ini dapat memicu manajemen risiko yang buruk, penggunaan leverage berlebihan, atau membuka posisi tanpa strategi yang jelas,” tegas JustMarkets.

Periode Paling Likuid

Selain itu, JustMarkets menegaskan, sebagian trader juga kerap mengabaikan waktu tumpang tindih sesi perdagangan global, seperti sesi London dan New York yang tetap menjadi periode paling likuid di pasar forex. Padahal, rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS), Eropa, maupun China masih berpotensi memicu pergerakan harga besar meskipun partisipasi pasar di beberapa kawasan berkurang.

Alih-alih menghindari pasar, banyak trader profesional justru menyesuaikan strategi selama Ramadan. Beberapa fokus pada peluang dengan probabilitas tinggi saat likuiditas kuat, sementara lainnya menggunakan strategi swing trading yang tidak terlalu bergantung pada pergerakan harga intraday.

Dengan pendekatan tersebut, Ramadan tidak selalu menjadi periode yang sepi bagi pasar. Bagi trader yang mampu memahami perubahan ritme dan menyesuaikan strategi, bulan ini tetap dapat menghadirkan peluang di pasar keuangan global.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 4 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 4 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 4 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 7 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 7 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia