Saham BMRI Anjlok
JAKARTA, investor.id - Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kian merosot pada sesi II perdagangan Jumat (13/3/2026). Di sekitar pukul 15.05 WIB, saham BMRI minus 4,23% ke Rp 4.750.
Sudah sebanyak 135,81 juta saham Bank Mandiri diperdagangkan, frekuensi 35.300 kali, dan nilai transaksi Rp 656,68 miliar.
Baca Juga:
Penyebab Saham BBRI BMRI Cs AnjlokSaham berkode BMRI anjlok lantaran aksi jual. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saham emiten bank BUMN ini membukukan net sell Rp 228,1 miliar, tertinggi di antara saham-saham net sell lainnya.
Per akhir sesi I hari ini, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) minus 2,82% ke Rp 4.820. Sebanyak 73,14 juta saham Bank Mandiri ditransaksikan, frekuensi 17.381 kali, dan nilai transaksi Rp 354,91 miliar.
Berdasarkan data pasar, saham BMRI membukukan net sell asing dari segi volume 46.463.100 saham di sesi I.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus menjaga kinerja bisnis yang solid di awal tahun 2026 seiring meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat dan penguatan layanan digital perseroan.
Hingga Februari 2026, bank berlogo pita emas ini mencatatkan pertumbuhan bisnis yang tetap sehat, ditopang oleh penguatan fungsi intermediasi, peningkatan aktivitas transaksi nasabah, serta akselerasi digitalisasi layanan keuangan.
Kinerja tersebut tercermin dari penyaluran kredit yang mencapai Rp 1.513,1 triliun atau tumbuh 15,7% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini turut diikuti oleh penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 1.644,8 triliun, meningkat 16,3% (yoy), mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus terjaga terhadap layanan Bank Mandiri.
Baca Juga:
Laba Bank Papan Atas Tumbuh 21%Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan bahwa peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital.
“Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7% secara tahunan menjadi Rp 8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi,” ungkap Novita, dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






