Minggu, 5 April 2026

Astra (ASII) Disokong Bisnis Batu Bara, Target Harga Baru

Penulis : Jauhari Mahardhika
19 Mar 2026 | 13:32 WIB
BAGIKAN
Astra (ASII) menjalankan bisnis pertambangan batu bara melalui anak usahanya, United Tractors (UNTR). (Foto: Perseroan)
Astra (ASII) menjalankan bisnis pertambangan batu bara melalui anak usahanya, United Tractors (UNTR). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) tahun ini bakal disokong oleh bisnis batu bara melalui anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR). Muncul target harga baru saham ASII.

Astra (ASII) mencatatkan volume penjualan kendaraan roda empat (4W) yang relatif datar selama dua bulan pertama tahun 2026.

“Kami menurunkan ekspektasi pertumbuhan ASII pada 2026 seiring meningkatnya risiko makro ekonomi, terutama akibat konflik di Timur Tengah,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya, yang dikutip pada Kamis (19/3/2026).

ADVERTISEMENT

Meski demikian, anak usaha Astra, yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR) bakal mendapatkan manfaat dari kenaikan harga emas dan batu bara. Hal itu diperkirakan lebih dari cukup untuk mengimbangi dampak penurunan volume dari tambang emas Martabe dan Pamapersada Nusantara.

Secara keseluruhan, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan estimasi laba bersih ASII untuk tahun 2026-2027 masing-masing sebesar 2,3-7,5%. Estimasi ini karena ada potensi peningkatan laba dari UNTR, yang diperkirakan lebih dari cukup untuk mengimbangi pandangan kehati-hatian terhadap segmen otomotif.

Astra (ASII) Disokong Bisnis Batu Bara, Target Harga Baru

BRI Danareksa Sekuritas juga memperkirakan pertumbuhan yang tetap kuat pada segmen jasa keuangan ASII. Pertumbuhan laba operasional pada 2026 diproyeksikan sebesar 7%.

“Pertumbuhan segmen jasa keuangan bakal didukung oleh peningkatan pembiayaan sebesar 8%, serta kualitas kredit yang stabil,” jelas Erindra.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ASII. Namun, target harga saham ASII diturunkan menjadi Rp 7.050 dari sebelumnya Rp 7.450.

Target harga baru tersebut mencerminkan penurunan target multiple – rasio valuasi yang digunakan – di tengah premi risiko yang lebih tinggi. “Untuk jangka pendek, kami memberikan pandangan taktikal (3 bulan), yaitu netral. Ini seiring dengan kondisi ketidakpastian ekonomi makro saat ini,” sebut dia.

Adapun katalis positif yang mungkin terjadi adalah pengumuman hasil strategic review Astra (ASII), yang diperkirakan pada Juni 2026.

Risiko utamanya jika penjualan otomotif lebih lemah dari ekspektasi dan hasil yang tidak menguntungkan terkait status hukum tambang emas Martabe.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 2 jam yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 2 jam yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 3 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 5 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 6 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia