Astra (ASII) Disokong Bisnis Batu Bara, Target Harga Baru
JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) tahun ini bakal disokong oleh bisnis batu bara melalui anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR). Muncul target harga baru saham ASII.
Astra (ASII) mencatatkan volume penjualan kendaraan roda empat (4W) yang relatif datar selama dua bulan pertama tahun 2026.
“Kami menurunkan ekspektasi pertumbuhan ASII pada 2026 seiring meningkatnya risiko makro ekonomi, terutama akibat konflik di Timur Tengah,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya, yang dikutip pada Kamis (19/3/2026).
Meski demikian, anak usaha Astra, yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR) bakal mendapatkan manfaat dari kenaikan harga emas dan batu bara. Hal itu diperkirakan lebih dari cukup untuk mengimbangi dampak penurunan volume dari tambang emas Martabe dan Pamapersada Nusantara.
Secara keseluruhan, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan estimasi laba bersih ASII untuk tahun 2026-2027 masing-masing sebesar 2,3-7,5%. Estimasi ini karena ada potensi peningkatan laba dari UNTR, yang diperkirakan lebih dari cukup untuk mengimbangi pandangan kehati-hatian terhadap segmen otomotif.
BRI Danareksa Sekuritas juga memperkirakan pertumbuhan yang tetap kuat pada segmen jasa keuangan ASII. Pertumbuhan laba operasional pada 2026 diproyeksikan sebesar 7%.
“Pertumbuhan segmen jasa keuangan bakal didukung oleh peningkatan pembiayaan sebesar 8%, serta kualitas kredit yang stabil,” jelas Erindra.
Baca Juga:
Saham Emiten Batu Bara Dipatok Rp 12.400Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ASII. Namun, target harga saham ASII diturunkan menjadi Rp 7.050 dari sebelumnya Rp 7.450.
Target harga baru tersebut mencerminkan penurunan target multiple – rasio valuasi yang digunakan – di tengah premi risiko yang lebih tinggi. “Untuk jangka pendek, kami memberikan pandangan taktikal (3 bulan), yaitu netral. Ini seiring dengan kondisi ketidakpastian ekonomi makro saat ini,” sebut dia.
Adapun katalis positif yang mungkin terjadi adalah pengumuman hasil strategic review Astra (ASII), yang diperkirakan pada Juni 2026.
Risiko utamanya jika penjualan otomotif lebih lemah dari ekspektasi dan hasil yang tidak menguntungkan terkait status hukum tambang emas Martabe.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






