Museum LEB TMII Dilengkapi Teater 4D
JAKARTA - Museum Listrik dan Energi
Baru di kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta kini
dilengkapi dengan wahana teater 4D dan beberapa koleksi
tambahan.
"Inovasi teater 4D ini bertujuan untuk
mengedukasi para pengunjung terutama pelajar tentang industri
kelistrikan pengelolaan energi," kata Kepala Museum LEB Ridho
Hutomo seusai peresmian wahana teater 4D di kawasan TMII, Jakarta,
Selasa.
Ia mengatakan saat ini ada dua judul film dengan efek
4D yang diputar di dalam wahana berkapasitas 60 orang tersebut.
"Judulnya Green Man 1 dan Green Man 2, tema filmnya sendiri
lebih pada kampanye hemat energi untuk mengurangi pemanasan global,"
katanya.
Green Man, yang sebelumnya bernama Force Man,
merupakan sosok superhero yang dikisahkan memiliki tabiat buruk dalam
pengelolaan energi listrik.
Dia menggunakan berbagai fasilitas
seperti tangga berjalan, menghidupkan banyak lampu dalam satu ruangan
dan tidak mematikan lampu tersebut ketika bepergian, menggunakan
pendingin ruangan, serta kulkas dengan tidak bertanggungjawab.
Dalam
film diceritakan bahwa Force Man kemudian mendapat surat peringatan
oleh PLN, lalu ia mendapat ilmu tentang pengelolaan listrik yang baik
melalui penghematan energi dan penggunaan energi terbarukan dari
sahabatnya, seekor penguin kecil.
Dia dan penguin tersebut
kemudian bertekad untuk meneruskan kampanye hemat energi kepada
masyarakat seluruh dunia dengan mengganti namanya menjadi Green
Man.
Dari pengamatan Antara, film animasi berdurasi 15 menit
tersebut cukup menghibur dan disajikan dengan efek empat dimensi (4D)
yang cukup baik. "Kami ingin mengajarkan budaya pengelolaan
listrik dengan cara yang menyenangkan, terutama bagi anak-anak,"
tutur Ridho.
Untuk dapat menikmati wahana teater 4D itu, Ridho
mengatakan pengunjung secara individu dikenai biaya sebesar Rp15.000
di hari Senin, Rp20.000 untuk Selasa-Jumat, dan Rp25.000 pada
Sabtu-Minggu.
"Tapi biasanya kami bekerjasama dengan
sekolah-sekolah yang berkunjung secara rombongan sehingga biaya
masuknya sudah masuk dalam paket wisata," ujarnya.
Selain
wahana teater 4D, pihak PLN juga memberikan alat peraga kWh meter
bersejarah dan mobil listrik sebagai tambahan koleksi di museum
tersebut.
Alat peraga berupa kWh meter dari zaman ke zaman
tersebut ditampilkan agar pengunjung mengetahui perjalanan
pengelolaan listrik dari zaman ke zaman.
Sedangkan fasilitas
mobil listrik dimaksudkan agar masyarakat bisa mempelajari
inovasi-inovasi baru dalam bidang energi terbarukan sebagai pengganti
energi berbahan bakar fosil. "Setiap pengunjung boleh mencoba
mengendarai mobil tersebut asalkan ia memiliki SIM," ujar
Ridho.
Mobil listrik bermerek Evina tersebut merupakan buatan
dalam negeri yang dibuat pada 2013 sebagai penunjang"charging
station" produksi PLN.
"Dengan sistem matic, mobil
tersebut bisa menempuh jarak 165 kilometer, jika baterainya habis
hanya dibutuhkan sekitar 4-5 jam untuk pengisian baterai (charging),"
ujar Ridho.
Dengan berbagai tambahan koleksi baru, ia
menargetkan total pengunjung Museum LEB sepanjang 2015 akan mencapai
200 ribu orang dari sebelumnya 112 ribu orang pada 2014. (*/gor)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

