Bebas Gigi Ngilu Saat Puasa
Puasa di bulan Ramadan yang ditutup dengan perayaan hari raya Idul Fitri adalah momen istimewa yang harus dijalani dan nikmati dengan maksimal, baik dalam beribadah maupun bersilaturahmi bersama orang-orang terdekat.
Karena itu, sudah sepantasnya melakukan persiapan yang lebih dari biasanya, terlebih bagi para penderita gigi sensitif karena saat bulan puasa dan bersilaturahmi, rasa ngilu akibat permasalahan gigi sensitif masih menjadi kendala yang mengintai dan menjadi momok bagi mereka.
Expert Marketing GSK Oral Jehezkiel Martua mengatakan, gigi sensitif merupakan kondisi berubahnya struktur gigi yang menyebabkan bagian gigi bernama ‘dentin’ terbuka –umumnya disebabkan oleh cara sikat gigi yang salah. Indikasinya adalah rasa ngilu yang tajam dan pendek ketika terkena rangsangan makan atau minum panas, dingin, manis atau asam.
Gigi sensitif cenderung lebih sering terjadi saat berpuasa, dimana rongga mulut kita berada dalam keadaan lebih kering karena aktivitas mengunyah yang jauh lebih berkurang. Akibatnya air liur yang dikeluarkan pun menjadi lebih sedikit dan tidak dapat dengan efektif melindungi gigi yang sensitif.
“Akhirnya kelezatan berbuka dengan tajil dingin dan manis sebagai pelepas lapar dan dahaga menjadi suatu momok karena rasa ngilu yang semakin terasa,” ungkap Jehezkiel dalam keterangan pers yang diterima Investor Daily, Kamis (9/7).
Terlebih lagi, lanjut dia, saat berbuka puasa sangat erat kaitannya dengan momen bersosialisasi atau bersilaturahmi dengan temanteman dekat dan keluarga. Momen istimewa yang seharusnya berjalan dengan penuh kehangatan untuk melepas rindu dan berbagi cerita tentunya menjadi sangat terganggu saat ada teman atau keluarga yang tiba-tiba terserang rasa ngilu akibat gigi sensitif.
Kendala lain yang se berpuasa dan bersilaturahmi di bulan Ramadan dan di hari raya adalah bau mulut. Secara normal, mulut yang kering memang dapat menyebabkan bau tidak segar. Apalagi saat kita berpuasa, dimana selama kurang lebih 14 jam tidak ada makanan yang dikunyah dan tidak ada air atau cairan yang diminum.
“Kondisi berpuasa ini menyebabkan bakteri anaerob penyebab bau mulut berkembang biak dengan cepat. Akhirnya, otomatis bau mulut menjadi sesuatu yang sulit dihindari. Penyebab bau mulut lainnya umumnya adalah perawatan kesehatan gigi dan mulut yang kurang maksimal, atau faktor lain yang datang dari dalam tubuh, seperti yang dialami pengidap diabetes atau maag,” pungkas Jehezkiel. (iin)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






