Rongga Mulut Harus Selalu Bersih
Kebersihan rongga mulut merupakan hal terpenting dalam menjaga kesehatan. Itu karena rongga mulut merupakan pintu pertama makanan dan minuman yang memberikan asupan gizi pada tubuh.
Sayangnya, selama ini masyarakat menganggap kebersihan rongga mulut dapat dijaga hanya dengan menyikat gigi. Padahal, gigi hanyalah 25% dari rongga mulut.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan, dari 76,6% masyarakat Indonesia yang menyikat gigi dua kali sehari, hanya 2,3% yang menyikat gigi sesuai rekomendasi, yaitu setelah makan dan sebelum tidur. Bahkan, 72,3%- nya pernah mengalami masalah karies pada gigi.
“Sakit gigi adalah penyakit tertinggi ke-6 yang dikeluhkan masyarakat Indonesia,” tutur Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti yang juga Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Prof Dr Drg Tri Erri Astoeti Mkes di Jakarta, baru-baru ini.
Hasil Riskesdas 2013 juga membuktikan, masih sangat sedikit masyarakat yang menyadari pentingnya menggunakan obat kumur setelah menyikat gigit. “Perlu diingat, gigi hanya merupakan 25% dari rongga mulut. Sikat gigi tidak dapat menjangkau seluruh area rongga mulut, terutama area rentan pembentukan plak seperti sela-sela gigi dan gusi,” ujar Tri.
Tri menambahkan, plak adalah endapan lunak yang menutupi serta melekat pada permukaan gigi dan terdiri atas aneka ragam bakteri. Untuk menyempurnakan perawatan gigi dan mulut, masyarakat disarakan menggunakan obat kumur dua kali sehari setelah sikat gigi. Menyikat gigi disertai menggunakan obat kumur dapat menyempurnakan usaha perawatan gigi untuk menghindari penumpukan plak.
“Kita tidak pernah menyadari bahwa mulut dan gigi merupakan jalan masuk bakteri apa pun ke dalam tubuh. Gusi yang berbentuk mangkok sebagai jaringan penyangga gigi bila terkena radang akan memudahkan kuman masuk ke dalam tubuh,” papar dia.
Menurut Tri, kuman yang masuk ke pembuluh darah akan membuat kloting dan menyebabkan penggumpalan darah. “Itu bisa menimbulkan penyakit sistemik, seperti jantung dan stroke,” kata dia. (iin)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


