Falling Skies, Serial Epik Karya Steven Spielberg
SINGAPURA- Di tengah kehancuran pasca invasi besar-besaran mahluk luar angkasa ke bumi, umat manusia harus melakukan hal-hal yang luar biasa untuk bertahan hidup. Hal ini dikisahkan dalam serial terbaru AXN Beyond: Falling Skies. Dibintangi Noah Wyle – pemeran John Carter, bintang utama di serial sukses ‘ER' - dan disebut sebagai mahakarya terbaru Steven Spielberg dan DreamWorks Television.
Falling Skies akan tayang pertama dan eksklusif di Asia sebanyak 10 episode, dimulai dengan episode perdana berdurasi dua jam pada hari Senin, 3 Oktober 2011 pukul 19:20 WIB, dan tayang selanjutnya tiap Senin di jam yang sama hanya di AXN Beyond.
Falling Skies diciptakan Steven Spielberg dan Robert Rodat – penulis naskah yang mendapatkan nominasi Oscar untuk naskah film Saving Private Ryan. Keduanya juga menjadi eksekutif produser bersama pimpinan DreamWorks Television: Justin Falvey dan Darryl Frank; serta sederet eksekutif produser lain: Graham Yost (Justified, The Pacific), Mark Verheiden (Heroes, Battlestar Galactica), Greg Beeman (Heroes, Smallville) dan Melinda Hsu Taylor (Lost).
Kisah serial ini berlatar belakang bumi yang penuh kekacauan, hancur dan lumpuh akibat serangan para mahluk luar angkasa yang memusnahkan sebagian besar populasi dunia. Enam bulan setelah serangan pertama para mahluk luar angkasa, sejumlah orang yang selamat bersatu dan memulai tugas sulit untuk bertahan hidup dan berjuang merebut bumi kembali. Setiap hari adalah ujian ketahanan hidup bagi para pejuang sipil, mereka melindungi orang-orang dalam pengawasan mereka sambil menjalankan serangan terhadap mahluk luar angkasa yang berkuasa, yang asal muasal dan tujuannya sangat misterius.
Tokoh utama Falling Skies adalah Tom Mason (Noah Wyle), seorang profesor sejarah asal Boston yang keluarganya porak poranda. Istrinya terbunuh setelah serangan pertama, dan salah satu dari tiga anak laki-lakinya telah ditangkap para mahluk luar angkasa untuk tujuan yang belum diketahuinya. Tom harus menggunakan pengetahuannya yang mendalam tentang sejarah militer untuk menjadi wakil pemimpin the 2nd Massachusetts atau lebih sering disebut “the 2nd Mass.”.
Sebuah rejimen perlawanan yang terdiri dari pejuang militer dan sipil yang melindungi sekelompok besar masyarakat sipil yang selamat. Mereka secara terus-menerus mencoba mendapatkan informasi intelijen tentang para mahluk luar angkasa agar suatu hari dapat mengalahkan mereka dan membangun kembali kehidupan mereka.
Moon Bloodgood (Terminator Salvation) membintangi serial ini sebagai Anne Glass, seorang dokter anak yang membantu anak-anak yang selamat untuk mengatasi trauma kehidupan mereka pasca invasi. Will Patton (Armageddon, Into the West) berperan sebagai Weaver, pemimpin militer yang tangguh dan tegas serta Komandan the 2nd Massachusetts.
Falling Skies juga dibintangi aktor muda yang sedang naik daun Drew Roy (Hannah Montana, Secretariat, Days of Our Lives) pemeran Hal, anak pertama Tom dan seorang pejuang tangguh di rejimen; Maxim Knight (Brothers & Sisters) sebagai Matt, anak bungsu Tom; Connor Jessup (The Saddle Club) sebagai Ben, anak Tom yang ditahan mahluk luar angkasa; dan Seychelle Gabriel (Weeds) sebagai Lourdes, remaja yatim piatu yang membantu Anne di klinik darurat. Mpho Koaho (Rookie Blue) dan Peter Shinkoda (The L Word) sebagai Anthony dan Dai, dua pejuang rejimen the 2nd Mass.; Colin Cunningham (Living in Your Car) sebagai John Pope, pimpinan gank perusuh; dan Sarah Sanguin Carter (Shark) sebagai Margaret, warga sipil mantan angora John Pope.
“Salah satu aspek paling menarik dari Falling Skies yang juga membedakannya dari kisah mahluk luar angkasa Steven Spielberg dan karya orang lain adalah invasi mahluk luar angkasanya telah terjadi dan kisahnya menitikberatkan pada kehidupan dan perjuangan hidup umat manusia setelah invasi,” kata Noah Wyle yang mendapatkan nominasi Emmy atas perannya sebagai Steve Jobs di Pirates of Silicon Valley dan sempat menjadi “Aktor TV dengan Pendapatan Tertinggi per Episode” di tahun 2003-2004. “Enam bulan telah berlalu, masa syok telah membuat para warga yang selamat bersatu untuk merencanakan serangan balik. Misteri rencana mahluk luar angkasa secara bertahap semakin jelas sepanjang cerita, namun rencana itu jauh dari perkiraan akal dan dugaan manusia.”
Noah menambahkan: “Saya sangat merasa tersanjung menjadi bagian dari proyek Steven Spielberg. Ia sangat terlibat dalam serial ini, bahkan sidik jarinya ada di mana-mana, mulai dari mengembangkan naskah, memilih pemain, penyuntingan, proses pasca produksi dan bahkan merancang bentuk fisik dan adegan para mahluk dan pesawat luar angkasa. Ia adalah ahli penutur cerita tentang kehancuran dunia, perbudakan, peperangan dan terorisme. Dengan karya hitnya mulai dari E.T. hingga War or the Worlds, ia orang yang paling tahu bagaimana membuat film/serial tentang mahluk luar angkasa. Jadi Anda bisa yakin, bahwa FALLING SKIES adalah produksi kelas dunia.”
Falling Skies adalah kisah tentang ketahanan hidup, komitmen dan keberanian, dimana para warga sipil terpanggil untuk menjadi pejuang dan pahlawan. Serial ini memfokuskan pada ketangguhan para warga yang selamat dan ketetapan hati mereka untuk mempertahankan sifat kemanusiaan mereka di saat semuanya telah hancur. Serial ini juga mengupas bagaimana ikatan-ikatan mempersatukan manusia di masa-masa yang paling sulit, serta bagaimana umat manusia saling bergantung pada sesama saat perjuangan untuk keselamatan mulai berubah menjadi keputusasaan. Sepanjang itu, aka nada momen kegembiraan dan kebahagiaan, termasuk ulang tahun, kelahiran, tawa canda, kisah cinta dan persahabatan. Walau kalah dari segi jumlah, kemampuan dan kepemilikan senjata, tidak ada yang bisa mengalahkan semangat manusia.
Para mahluk luar angkasa di Falling Skies sangat misterius dan keji. Mereka sangat pintar dan menggunakan taktik ala militer, yang membuatnya kekuatan yang menakutkan bagi the 2nd Mass. Mereka sangat cepat, kuat, sangat cerdas dan sulit dibunuh. Warga yang selamat telah melihat dua jenis mahluk asing yang melakukan invasi dan menduduki bumi: “skitters,” mahluk berkaki enam yang bergerak seperti laba-laba dengan kekuatan dan kelincahan luar biasa; serta “mechs,” robot beroda dua yang berjalan tegak yang dilengkapi proyektil dan senjata mematikan.
Tiap minggunya warga yang selamat menemukan informasi baru tentang para mahluk asing, namun hal-hal baru itu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru tentang keberadaan dan tujuan mereka. Apapun yang diketahui mereka, misteri terbesar masih ada: Mengapa mereka ada di bumi dan apa yang mereka inginkan?
“Falling Skies adalah serial yang sangat berbeda, mulai dari alur cerita yang ambisius, pemain yang berkualitas dan tim produksi yang memiliki rekam jejak yang sukses baik di film maupun serial,” kata Eksekutif Produser dan Penulis Naskah Mark Verheiden. “Dengan penayagan perdana di Asia, kami menjagkau penonton baru dan sangat menanti bagaimana warga Asia merespon serial ini.”
Memang, Falling Skies telah mendapat pujian dari para kritikus serta sambutan positif penonton dengan 8 juta penonton episode perdana di AS baik secara 'live’ dan perekam video digital, serta rata-rata 4,8 juta penonton per episode yang mengukuhkan posisinya sebagai serial baru TV kabel #1 di AS hingga saat ini. T
Tidak hanya di AS, Falling Skies mencetak sukses di antaranya di Inggris, Australia dan Amerika Latin America, serta mencetak rekor di berbagai negara termasuk Spanyol, Jerman, dan Austria. Serial ini sedang disalurkan ke negara-negara lain dan ditargetkan akan menjangkau 115 negara di benua Eropa, Amerika Selatan dan Asia. Berkat popularitasnya, musim kedua telah dipesan sebanyak 10 episode yang akan ditayangkan di musim panas 2012.
Falling Skies tayang perdana 3 Oktober dan tayang selanjutnya tiap Senin pukul 19:20 WIB, 2 episode tiap minggunya tanpa jeda Iklan, pertama dan eksklusif di AXN Beyond - Indovision (Ch. 155), Aora (Ch. 416), TelkomVision (Ch. 57), Skynindo (Ch. 32) dan First Media (Ch.53). (ant/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

