Bangga dengan Kuliner Lokal
Aktivitas pekerjaan yang mengharuskan berkeliling daerah, menjadi ‘peluang’ tersendiri bagi Presiden Direktur (Presdir) dan Chief Executive Officer PT Intiwhiz International Moedjianto Soesilo Tjahjono untuk menyalurkan kegemarannya, mencicipi aneka kuliner lokal.
“Saya selalu menyukai makanan kuliner lokal karena lebih bervariasi dibandingkan makanan khas luar negeri,” ucap Moedjianto dengan bangga saat ditemui Investor Daily di sela peresmian Hotel Grand Whiz Kuta, Bali, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, kekayaan alam dan keberagaman suku bangsa di Indonesia memiliki nilai tambah bagi Indonesia. Dari banyaknya suku bangsa di Tanah Air membuat berlimpahnya sajian kuliner yang ada di Indonesia.
Berbagai cita rasa dan menu makanan khas banyak ditemui. Bahkan, bisa menjadi ciri khas suatu daerah. “Makanya, setiap berkunjung ke daerah untuk survei lokasi, saya selalu Tanya makanan khas daerah tersebut,” urainya.
Menjadi petinggi di sebuah perusahaan pengelolaan hotel memang mengharuskan dirinya terbang ke berbagai daerah. Selain bekerja, juga dibarengi dengan kegemaran menyantap kuliner lokal. Daerah-daerah yang pernah dikunjungi warga asli Semarang, Jawa Tengah, ini di antaranya Bali, Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Batam, Lampung, Makassar, Pontianak, Samarindah, Medan, dan berbagai kota lainnya. “Tapi, saya belum pernah ke Papua,” katanya.
Dari hasil mengunjungi berbagai daerah di Indonesia tersebut, Moedjianto pernah menemukan makanan yang dianggapnya cukup unik dan langka. Keberadaan makanan tersebut bisa diperkirakan hanya ada di daerah tersebut. Makanan yang dimaksud adalah sate belalang khas Pacitan. “Rasanya gurih dan enak. Mungkin karena belum pernah, jadi ya enak saja,” selorohnya.
Kendati kerap ke luar kota untuk bekerja, dirinya masih sempat menemani anaknya bermain golf. Olahraga yang juga menjadi kegemaran alumnus teknik sipil dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta dilakukan juga untuk menjalin relasi sesama pebisnis. “Namun, utamanya tetap menemani anak,” tandasnya.
Moedjianto mengatakan, dirinya mendukung sepenuhnya hobi anak semata wayangnya itu. Bahkan, berkat dukungan tersebut, anaknya pernah mengikuti turnamen nasional di Jakarta dan berbagai kota di Indonesia. Tidak sampai di situ, turnamen besar di luar negeri juga pernah diikutinya, seperti di Bangkok dan Florida. “Namun, saya mengutamakan pendidikan yang utama,” papar alumni S-2 di LPPM tahun 1989 ini.
Sejak lulus dari LPPM, Moedjianto langsung bekerja di PT Dharmala Development Tbk yang kini berubah nama menjadi PT Intiland Development. Kemudian, sempat keluar dari perusahaan properti tersebut selama empat tahun dan kembali ke Intiland pada 1997. “Setelah krisis, saya pindah ke ERA Indonesia selama 10 tahun dan kemudian ditarik kembali ke Intiland untuk kembangkan bisnis perhotelan,” terangnya.
Keberhasilan mengangkat Inthiwiz mengelola beberapa hotel di Indonesia, tidak lepas dari filosofi hidupnya yang menomorsatukan kejujuran, mau belajar, optimististis, dan berpikir efisien. “Bawahan saya selalu saya tekan itu agar kita bisa sama-sama maju,” ujar dia. (*)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

