Boarding Pass Gunakan Face Recognition, KAI Daop 4 Hemat Puluhan Juta dari Kertas Tiket
SEMARANG, investor.id – Siapa sangka, hanya dengan senyum di depan mesin pengenal wajah pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dapat memangkas biaya penggunaan kertas untuk tiket hingga puluhan juta.
Selama Januari-Agustus 2028, KAI Daop 4 Semarang hemat Rp 38,8 juta dari penggunaan teknologi face recognition (FR) untuk boarding pass penumpang.
Penumpang tak perlu repot menunjukkan kertas tiket saat hendak boarding pass, cukup memandang monitor FR yang diletakkan di area pintu masuk menuju lokasi kereta.
KAI Daop 4 Semarang mencatat, selama 8 bulan penerapan teknologi FR, sebanyak 1.05.945 (1 juta) pelanggan memilih menggunakan teknologi ini dibandingkan mencetak tiket kertas.
Hasilnya, 2.630 rol kertas tiket tidak jadi dipakai. Bayangkan, jika tiap rol kertas adalah pohon yang ditebang, maka jutaan wajah pelanggan Daop 4 sejatinya ikut “menanam” kembali hutan lewat pilihan digital mereka
“Dengan adanya FR, pelanggan tidak perlu lagi mencetak boarding pass. Cukup validasi wajah, langsung bisa naik kereta. Praktis sekaligus hemat kertas,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, penuh optimisme.
Dari empat stasiun yang sudah dilengkapi layanan FR, Stasiun Semarang Tawang mencatat penggunaan terbanyak, yakni 466.525 pelanggan. Disusul Semarang Poncol (247.239 pelanggan), Tegal (171.712 pelanggan), dan Pekalongan (166.469 pelanggan).
Ternyata, tren digital ini bukan hanya soal kecepatan layanan. Ada nilai besar di baliknya yakni efisiensi keuangan dan kelestarian lingkungan.
Tidak ada lagi tinta yang harus diproduksi, tidak ada sampah kertas menumpuk, dan yang paling penting ada puluhan juta rupiah yang bisa dialihkan untuk peningkatan layanan.
Franoto menegaskan, teknologi FR merupakan bagian dari komitmen KAI untuk bertransformasi ke arah layanan transportasi modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Transformasi digital adalah pijakan penting KAI. Setiap perjalanan dengan kereta api kini bukan hanya aman dan nyaman, juga efisien sekaligus peduli lingkungan,” katanya.
Ke depan, lewat aplikasi Access by KAI, perjalanan antarmoda akan semakin seamless satu aplikasi, satu genggaman, satu perjalanan tanpa ribet.
Bagi sebagian orang, Rp38 juta mungkin angka kecil untuk perusahaan raksasa seperti KAI. Namun di balik angka itu ada pesan besar, teknologi bisa membuat perjalanan lebih hijau, lebih efisien, dan lebih bernilai, dan semua berawal dari satu hal sederhana, senyum di depan mesin Face Recognition
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now



