Minggu, 5 April 2026

Sita Uang Rp 4 Miliar, Bareskrim  Ajukan Blokir 63 Rekening DSI dan Afiliasinya

Penulis : Muhammad Aulia Rahman
29 Jan 2026 | 14:19 WIB
BAGIKAN
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak

JAKARTA, investor.id - Bareskrim Polri sudah mengajukan pemblokiran atas 63 rekening PT Dana Syariah Indonesia (DSI) dan pihak terafiliasi, berbentuk badan hukum maupun perorangan. Pemblokiran ini dalam rangka penyidikan kasus dugaan penipuan di perusahaan tersebut.

"Telah mengajukan permohonan pemblokiran terhadap 63 nomor rekening milik PT DSI dan perusahaan afiliasinya," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak dalam keterangannya, dikutip Kamis (29/1/2026). 

Ade Safri mengungkapkan, Bareskrim juga telah memeriksa 46 saksi dalam kasus tersebut. Mereka terdiri dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saksi lender, saksi borrower, dan saksi dari pihak PT DSI. Kantor pusat PT DSI pun telah digeledah kepolisian beberapa waktu lalu.

Advertisement

Menurut Ade Safri, kepolisian bekoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam mendata para korban kasus tersebut untuk permohonan restitusi.

Koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga dilakukan untuk mendalami laporan transaksi keuangan yang diduga terkait kasus tersebut.

Selain itu, Ade Safri mengungkapkan pihaknya menyita uang Rp 4.074.156.192 dari 41 nomor rekening yang sudah diblokir.

Jajarannya juga menyita ratusan sertifikat hak milik (SHM) dan sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dari borrower yang dijaminkan di PT DSI. Dokumen ini disita saat kepolisian menggeledah kantor pusat PT DSI di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ade Safri pun mengungkap telah menyita terhadap aset bergerak berupa 1 unit kendaraan roda empat dan 2 unit roda dua.

Selanjutnya kepolisian akan melaksanakan asset tracing atau penelusuran aset menggunakan metode follow the money atau mengikuti aliran uang hasil tindak pidana. Uang maupun aset-aset yang diduga disembunyikan akan dilacak dan diamankan sebagai upaya untuk memulihkan kerugian yang diderita korban. 

Selain itu, kepolisian juga akan mengagendakan pemeriksaan sejumlah ahli seperti ahli keuangan digital, ahli ITE, ahli digital forensik, ahli pidana, hingga ahli keuangan syariah. Penanganan kasus ini dipastikan tetap profesional.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 45 menit yang lalu

Prabowo dan SBY Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut melepas tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk dimakamkan.
InveStory 58 menit yang lalu

Inspiratif! Rayyan Shahab Diterima 15 Kampus Top Dunia Tanpa Kursus Bahasa Inggris

Siswa MAN IC Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab mencatat prestasi luar biasa. Di usia 17 tahun dia diterima 15 kampus dunia.
Business 58 menit yang lalu

Private AI Bantu Dunia Bisnis Kurangi Risiko 

- Tekanan terhadap perusahaan Indonesia saat ini terasa dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, semua orang bicara soal AI, mulai dari chatbot, analitik prediktif, sampai agen AI yang bisa mengotomatisasi proses bisnis.
Business 1 jam yang lalu

MPMX Raih Laba Bersih Rp 462 Miliar pada 2025

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer  otomotif dan transportasi di Indonesia hari ini melaporkan hasil kinerja keuangan  untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Perseroan tetap mempertahankan fundamental  bisnis yang solid di tengah dinamika kondisi pasar.  
Market 4 jam yang lalu

Pizza Hut (PZZA) Balikkan Rugi Jadi Laba

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 24,75 miliar.
National 5 jam yang lalu

Jenazah Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL Tiba di Indonesia

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur jalankan tugas di Lebanon tiba di tanah air dan dijadwalkan akan diterima Presiden Prabowo Subianto.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia